RAMADHAN, ABI SESAR (2026) STUDI ONTOLOGI MULLĀ ṢADRĀ TERHADAP DILEMA EKSISTENSIAL MANUSIA DI ERA DIGITAL. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (367kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (373kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (366kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (280kB) |
|
|
Text (Skripsi)
ABI SESAR RAMADHAN_2111440003.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Era digital membawa perubahan mendasar dalam cara manusia menghayati keberadaannya. Percepatan informasi, kehadiran Artificial Intelligence, dan dominasi logika teknologis memicu persoalan ontologis berupa dilema eksistensial manusia, sehingga konsep ontologi Mullā Ṣadrā menjadi relevan untuk dikaji ulang. Berdasarkan hal ini, dibentuk rumusan masalah, yaitu bagaimana konsep ontologi Mullā Ṣadrā, bagaimana bentuk dilema eksistensial manusia di era digital dan bagaimana relevansi ontologi Mullā Ṣadrā terhadap dilema eksistensial manusia di era digital, dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ontologi Mullā Ṣadrā, mengetahui bentuk dilema eksistensial manusia di era digital dan menilai relevansi ontologi Mullā Ṣadrā terhadap dilema eksistensial manusia di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan terhadap karya Mullā Ṣadrā, yaitu al-Masyā‘ir dan al-Asfār al-Arba‘ah serta sumber sekunder yang relevan, kemudian dilakukan analisis melalui metode deskriptif dan interpretatif-filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ontologi Mullā Ṣadrā yaitu aṣālah al-wujūd, tasykīk al-wujūd, ḥarakah al-jawhariyyah, ittiḥād al-‘āqil wa alma‘qūl dan al-asfār al-‘aqliyyah al-arba‘ah, menjadi model ontologi eksistensial manusia yang khas, karena memandang wujūd (eksistensi) sebagai realitas primer yang bersifat dinamis, bertingkat, dan bergerak menuju kesempurnaan wujūd (eksistensi). Bentuk dilema eksistensial manusia di era digital berupa pendangkalan makna, krisis spiritual, kelelahan eksistensial, kecemasan, depresi, dan kehilangan orientasi hidup. Ontologi Mullā Ṣadrā memiliki relevansi yang kuat dalam merespons dilema eksistensial manusia di era digital. Ṣadrā menegaskan bahwa wujūd (eksistensi) merupakan realitas fundamental yang bersifat dinamis dan bertingkat, sehingga tidak dapat direduksi semata-mata pada dimensi fungsional dan representasional. Melalui kerangka ontologi eksistensialnya, Mullā Ṣadrā menyediakan dasar bagi rekonstruksi ontologis manusia melalui intensifikasi wujūd (eksistensi), yang mengarahkan kembali orientasi eksistensi manusia pada pendalaman makna dan penyempurnaan spiritual, sehingga menjauhkan diri dari dilema eksistensial manusia di era digital
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ontologi, Mullā Ṣadrā, Eksistensi, Dilema Eksistensial, Era Digital | ||||||||||||
| Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | furqon adli | ||||||||||||
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 02:14 | ||||||||||||
| Last Modified: | 22 Apr 2026 02:14 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6122 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics