TINJAUAN SIYASAH DUSTURIYAH TERHADAP IMPLEMENTASI PASAL 10 PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR 36 TAHUN 2023 TENTANG PENEMPATAN ALAT PENANGKAPAN IKAN DAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN DARAT (Studi Kasus Di Desa Pagar Kecamatan Ulu Talo Kabupaten Seluma)

Downloads

Downloads per month over past year

Rayid,, Fauzi Abdul (2025) TINJAUAN SIYASAH DUSTURIYAH TERHADAP IMPLEMENTASI PASAL 10 PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR 36 TAHUN 2023 TENTANG PENEMPATAN ALAT PENANGKAPAN IKAN DAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN DARAT (Studi Kasus Di Desa Pagar Kecamatan Ulu Talo Kabupaten Seluma). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text (Skripsi)
FAUZI ABDUL RASYID_2111150094.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (10MB) | Request a copy
[img] Text
BAB I.pdf

Download (519kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (401kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (324kB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah masih ditemukannya praktik penangkapan ikan menggunakan alat setrum yang merusak ekosistem perairan dan bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Pasal 10 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 36 Tahun 2023 Tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan Dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Perairan Darat Pada Desa Pagar, Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma, serta menganalisisnya dalam perspektif siyasah dusturiyah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, literatur, dan penelitian terdahulu. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Implementasi Pasal 10 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 36 Tahun 2023 Tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan Dan Alat Bantu Penangkapan Ikan Di Perairan Darat Di Desa Pagar, Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma belum berjalan optimal. Pemerintah Desa telah melakukan sosialisasi dan memberikan sanksi adat berupa denda serta penyitaan alat terhadap pelanggar. Namun demikian, praktik penangkapan ikan menggunakan setrum masih terjadi, terutama dilakukan oleh masyarakat dari luar desa. Dari perspektif siyasah dusturiyah, penggunaan alat setrum dalam penangkapan ikan dilarang karena menimbulkan kerusakan lingkungan, merugikan masyarakat, dan bertentangan dengan vi prinsip keadilan, kemaslahatan, amanah, dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ardhi.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorAndiko,, Toha197508272000031001UNSPECIFIED
Thesis advisorMike,, Etry198811192019032010UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: imlpementasi kebijakan, penangkapan ikan, siyasah dusturiyah.
Subjects: Syari'ah > Hukum Tata Negara
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Tatanegara
Depositing User: Yuli Astria
Date Deposited: 27 Apr 2026 08:17
Last Modified: 27 Apr 2026 08:17
URI: http://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6160

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year