Wirawan, Arief (2025) PENYELESAIAN PERKARA TINDAK PIDANA UMUM MELALUI PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE YANG DILAKUKAN OLEH KEJAKSAAN PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM. Doktoral (S3) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text (Disertasi)
ARIEF WIRAWAN_2323780001.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (320kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (671kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (168kB) |
Abstract
Disertasi ini mengkaji tentang : Pengaturan Perkara Tindak Pidana Umum Melalui Pendekatan Restorative Justice Yang Dilakukan Oleh Kejaksaan Perspektif Hukum Pidana Islam. Pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah Bagaimana ketentuan dan mekanisme restorative justice dalam penyelesaian perkara Tindak Pidana Penganiayaan berdasarkan Peraturan Jaksa Agung RI Nomor 15 Tahun 2020? Bagaimana perbandingan restorative justice dalam tatanan hukum pidana Islam dan sistem hukum pidana di Indonesia? Bagaimana teori restorative justice dalam tatanan hukum pidana Islam sehingga dapat menjadi bagian dari pembaruan hukum pidana di masa yang akan datang? Penelitian ini bersifat Normatif dengan menggunakan statue approach dan conseptual approach. Bahan pustaka merupakan data dasar yang disebut sebagai data sekunder. Dengan menggunakan teori dekonstruksi shariahnya an- Naiem dan teori Zawajir dari Ibrahim Hosen, penelitian ini menghasilkan temuan, Pertama; keadilan restoratif dalam hukum pidana Islam dikenal dengan istilah al „afwu dan Islah. Perbuatan memaafkan dan perdamaian dari korban atau keluarganya dipandang sebagai suatu yang lebih baik. Korban mendapat perbaikan dari sanksi yang dijatuhkan, serta ada peranan korban dalam sistem dan proses peradilan pidana. Kedua; Hukum pidana Islam sangat menganjurkan penyelesaian perkara dengan cara perdamaian. Penerapan restorative justice telah berkembang di masyarakat, baik di desa maupun perkotaaan. Ketiga; Nilai nilai keadilan restoratif memberikan perhatian yang sama terhadap korban dan pelaku. Otoritas untuk menentukan rasa keadilan ada di tangan para pihak, terutama korban bukan pada negara. Restorative Justice dalam hukum pidana Islam dapat berimplikasi pada efektifitas penegakan hukum di Indonesia. Kejahatan akan berkurang, penjara tidak akan over capacity serta terciptanya keamanan dan ketentraman dalam masyarakat. Penyerapan nilai-nilai hukum pidana Islam dilakukan melalui proses objektifikasi istilah-istilah teknis dan bentuk-bentuk hukuman dari hukum pidana Islam. Dengan metode ini, diharapkan hukum pidana Islam secara subtansial-kontekstual tetap menjadi bagian dari jiwa pembaruan hukum pidana Indonesia, meskipun secara formal-tekstual tidak nampak di permukaan, sesuai dengan kaidah, “Ma laa yudraku kulluhu, la yutraku kulluhu” (sesuatu yang tidak mungkin terwujud seluruhnya, tidak boleh ditinggalkan (yang terpenting didalamnya) seluruhnya”.
| Item Type: | Thesis (Doktoral (S3)) | ||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||||||
| Subjects: | Pascasarjana > Studi Islam (S3) | ||||||||||||||||
| Divisions: | Pascasarjana > Studi Islam (S3) | ||||||||||||||||
| Depositing User: | Yuli Astria | ||||||||||||||||
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 03:07 | ||||||||||||||||
| Last Modified: | 30 Apr 2026 03:07 | ||||||||||||||||
| URI: | http://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6211 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics