DETERMINAN FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK UMUM SYARIAH (Studi Komparatif Indonesia dan Malaysia)

Downloads

Downloads per month over past year

Cahyono, Andi (2026) DETERMINAN FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK UMUM SYARIAH (Studi Komparatif Indonesia dan Malaysia). Doktoral (S3) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text (Disertasi)
ANDI CAHYONO_2323780003.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
BAB I.pdf

Download (355kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (426kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (250kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji Determinan Faktor Eksternal meliputi Inflasi, Suku Bunga, dan Produk Domestik Bruto dan Faktor Internal meliputu Risiko Likuiditas (FDR), Risiko Operasional (BOPO), dan Risiko Kredit (NPF) terhadap kinerja keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini menggunakan 8 sampel Bank Umum Syariah Indonesia dan 7 Bank Syariah Malaysia yang mempublikasikan laporan keuangan secara tahunan pada periode 2020-2024. Metode pengambilan data pada sampel ini menggunakan pruposive sampling. Model analis data yang digunakan adalah regresi data panel dengan menggunakan sofware Eviews 12. Hasil penelitian ini adalah Inflasi tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan di Indonesia, yang ditunjukkan dengan nilai nilai signifikansi sebesar 0.5433 > 0.05. Hasil uji mengkonfirmasi tidak adanya hubungan positif antar ke dua variabel tersebut. Namun berbeda dengan bank syariah di Malaysia, yaitu inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA bank syariah di Malaysia dengan nilai t-statistic sebesar -4.368051 dan signifikansi sebesar 0.0002 < 0.05. dengan adanya kenaikan inflasi, mempengaruhi rasio profitabilitas atau ROA perbankan syariah Malaysia. Suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan dengan ROA perbankan syariah di Indonesia. Hal tersebut terlihat melalui nilai t-statistic sebesar 14,09638 dan nilai probabilitas sangat kecil (0.0000 < 0.05), sedangkan di Malaysia suku bunga berpengaruh positif dan signifikan dengan ROA. Hal tersebut terlihat melalui nilai t-statistic sebesar 6.583024 dan nilai probabilitas sangat kecil (0.0000 < 0.05). PDB berpengaruh positif dan signifikan dengan ROA bank syariah Indonesia dengan Nilai t-statistic = 9.491410 dan nilai probabilitas = 0,0000 Sedangkan di Malaysia menunjukkan Nilai t-statistic sebesar 9.373443 dan probabilitas 0.0000. menunjukkan bahwa PDB berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap ROA bank syariah Malaysia. FDR pengaruh positif dengan ROA bank syariah Indonesia dengan nilai t statistik sebesar 5,855846 dan signifikansi sebesar 0.0000. sedangkan bank syariah Malaysia dengan nilai t-statistik sebesar 3.022830 dan signifikansi sebesar 0.0053, adanya hubungan positif antar kedua variabel tersebut di mana kenaikan nilai FDR perbankan syariah Indonesia dan Malaysia dapat meningkatkan kinerja keuangan atau ROA. BOPO berpengaruh dengan ROA bank syariah Indonesia dengan nilai t statistik sebesar -5.996600 dan signifikansi sebesar 0.0000. sedangkan bank syariah Malaysia dengan nilai t-statistik sebesar -15.468006 dan signifikansi sebesar 0.0000, adanya pengaruh negarif antara variabel BOPO dengan kinerja keuangan perbankan syariah yang dicerminkan melalui rasio ROA, xi ini menunjukkan bahwa Hubungan negatif ini sesuai dengan teori efisiensi operasional bahwa semakin tinggi BOPO, semakin rendah profitabilitas bank karena biaya operasional yang tinggi menggerus pendapatan. NPF berpengaruh dengan ROA bank syariah Indonesia dengan nilai t statistik sebesar -3.772331 dan signifikansi sebesar 0.0006. sedangkan bank syariah Malaysia dengan nilai t-statistik sebesar -8.720574 dan signifikansi sebesar 0.0000, adanya pengaruh negarif antara variabel NPF dengan kinerja keuangan perbankan syariah yang dicerminkan melalui rasio ROA, Pengaruh negatif NPF terhadap ROA mencerminkan dampak langsung dari pembiayaan bermasalah terhadap profitabilitas bank. Adanya perbedaan respons kinerja keuangan bank syariah di Indonesia dan Malaysia terhadap tekanan inflasi. Di Indonesia, inflasi terbukti tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, meskipun pada periode pengamatan terdapat peningkatan biaya operasional. Sebaliknya, di Malaysia, inflasi menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA bank syariah. Berdasarkan temuan empiris tersebut, penelitian ini merumuskan Cost Absorption Efficiency Theory, yang menegaskan bahwa dampak inflasi terhadap kinerja keuangan perbankan syariah dimediasi oleh kemampuan bank dalam menyerap tekanan biaya melalui efisiensi operasional dan pengelolaan pembiayaan yang berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Doktoral (S3))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorSupardi, Supardi196504101993031007UNSPECIFIED
Thesis advisorSuhirman, Suhirman1968021191999031003UNSPECIFIED
Thesis advisorAdetio, Romi198312172014031001UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Inflasi, Suku Bunga, PDB, FDR, BOPO, NPF, Kinerja Keuangan, Cost Absorption Efficiency Theory, Bank Syariah Indonesia dan Malaysia
Subjects: Pascasarjana > Studi Islam (S3)
Divisions: Pascasarjana > Studi Islam (S3)
Depositing User: Yuli Astria
Date Deposited: 04 May 2026 08:33
Last Modified: 04 May 2026 08:33
URI: http://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6272

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year