PRAKTEK PEMANFAATAN BARANG GADAI (NATING) SAWAH IRIGASI DI DESA BANUAYU KIKIM SELATAN KABUPATEN LAHAT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Downloads

Downloads per month over past year

Putri, Meistika Padliana (2025) PRAKTEK PEMANFAATAN BARANG GADAI (NATING) SAWAH IRIGASI DI DESA BANUAYU KIKIM SELATAN KABUPATEN LAHAT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text (Skripsi)
MEISTIKA PADLIANA PUTRI _2111120020.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
BAB I.pdf

Download (408kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (912kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (424kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pemanfaatan nating (gadai) sawah irigasi di Desa Banuayu Kikim Selatan Kabupaten Lahat serta meninjau kesesuaiannya dengan hukum Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan yang terdiri dari pihak pemberi modal (murtahin) dan peminjam (rahin). Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menekankan pada aspek sosial-ekonomi dan perspektif fikih muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik nating masih bertahan kuat di masyarakat karena faktor kebutuhan ekonomi mendesak, keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal, serta keberlanjutan tradisi turun temurun. Sawah dipandang sebagai aset vital yang aman dijadikan jaminan karena memiliki nilai jelas, wujud fisik, dan tetap produktif. Bagi peminjam, sistem ini memberi akses dana cepat, tetapi menimbulkan beban psikologis dan ekonomi karena kewajiban menyerahkan hasil panen tidak mengurangi pokok pinjaman. Sementara itu, bagi pemberi modal, sistem ini memberikan keuntungan ganda berupa keamanan jaminan dan manfaat hasil panen, dengan risiko kerugian yang relatif kecil. Jika ditinjau dari perspektif hukum Islam, praktik nating di Desa Banuayu tidak sepenuhnya sesuai dengan prinsip akad rahn. Hal ini karena pemberi modal tidak hanya menahan barang gadai, tetapi juga memanfaatkan hasil sawah tanpa adanya akad tambahan yang sah, seperti bagi hasil (muzara?ah). Menurut jumhur ulama, kondisi tersebut termasuk dalam kategori riba karena pemanfaatan barang gadai oleh penerima pinjaman dilarang tanpa dasar akad yang jelas. Dengan demikian, meskipun nating memberikan solusi praktis bagi masyarakat, praktik ini x mengandung unsur ketidakadilan dan penyimpangan dari prinsip syariah.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorFahimah, Iim197307122006042001UNSPECIFIED
Thesis advisorNiffilayani, Anita198801082020122004UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Nating, Perspektif Hukum Islam
Subjects: Syari'ah > Hukum Ekonomi Syari'ah
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Yuli Astria
Date Deposited: 06 May 2026 08:28
Last Modified: 06 May 2026 08:28
URI: http://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6282

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year