Ardi, Hervan (2026) NAFKAH ANAK PASCA PERCERAIAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Di Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (666kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (712kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (672kB) |
|
|
Text (Skripsi)
BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (458kB) | Request a copy |
Abstract
Perceraian sering kali menimbulkan permasalahan terkait pemenuhan hak dan kewajiban orang tua terhadap anak, terutama mengenai nafkah. Di Kecamatan Ulu Musi, ditemukan fenomena di mana banyak anak tidak mendapatkan hak nafkah dari ayahnya setelah perceraian, sehingga beban nafkah beralih kepada ibu atau kakek dan nenek dari pihak ibu.penulis merumuskan masalah yaitu Bagaimana pemenuhan nafkah anak pasca perceraian di Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang perspektif hukum Islam dan Bagaimana cara pemberian nafkah anak pasca perceraian di wilayah tersebut dalam perspektif hukum Islam.yang bertujuan untuk Untuk mengetahui dinamika pemenuhan serta mekanisme pemberian nafkah anak setelah perceraian berdasarkan ketentuan hukum Islam di kecamatan Ulu Musi. Metode yang di gunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui penelitian lapangan (field research). Data primer diperoleh melalui wawancara dengan mantan pasangan suami istri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian yaitu Pemenuhan nafkah anak pasca perceraian di Kecamatan Ulu Musi belum optimal. Banyak ayah yang melalaikan kewajibannya dengan alasan keterbatasan ekonomi, telah memiliki keluarga baru, atau menganggap pihak mantan istri lebih mampu secara finansial. Hal ini bertentangan dengan prinsip Hukum Islam di mana kewajiban nafkah tetap melekat pada ayah selama anak belum mandiri.dan Cara pemberian nafkah yang dilakukan masyarakat beragam, mulai dari tidak memberikan sama sekali, memberikan hanya di awal perceraian, hingga memberikan secara tidak rutin (insidental) seperti pada saat hari raya atau musim panen. Dalam perspektif Hukum Islam, praktik ini tidak sesuai karena nafkah seharusnya bersifat berkelanjutan untuk menjamin kelangsungan hidup anak.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Nafkah Anak, Perceraian, Hukum Islam, Kecamatan Ulu Musi | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | furqon adli | ||||||||||||
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 07:32 | ||||||||||||
| Last Modified: | 18 Aug 2026 07:32 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6356 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics