Selva, Oktaria (2026) FILOSOFI BUCENG TRADISI DALAM PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (486kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (579kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (458kB) |
|
|
Text
BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (538kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SELVA OKTARIA_2223440007.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Tradisi buceng merupakan salah satu praktik budaya yang memiliki kedudukan penting dalam Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap prosesi seremonial, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofi dan fungsi yang berkaitan dengan pembentukan kesadaran, karakter, dan identitas anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap filosofi yang terkandung dalam tradisi buceng serta menganalisis fungsinya dalam membangun kesadaran dan karakter anggota Persaudaraan Setia Hati Terate. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui wawancara dengan sesepuh, ketua dewan/tingkat II,serta ketua cabang PSHT kota bengkulu, pelatih cabang, dan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate, serta dokumentasi yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui metode deskriptif dan metode verstehen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi buceng dalam Persaudaraan Setia Hati Terate mengandung makna filosofi yang merepresentasikan nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, kerendahan hati, kebersamaan, serta orientasi spiritual kepada tuhan yang maha esa. Simbol-simbol yang terdapat dalam bentuk, isi, dan tata cara penyajian buceng menjadi media internalisasi ajaran Setia Hati yang menekankan keseimbangan antara jasmani dan rohani. Selain itu, tradisi buceng berfungsi sebagai sarana pendidikan spiritual dan sosial, penguat rasa persaudaraan, serta media pembentukan karakter anggota agar memiliki kesadaran etis, tanggung jawab sosial, dan komitmen terhadap nilai-nilai luhur organisasi. Tradisi buceng tidak hanya dipahami sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai praktik filosofi yang hidup dan relevan dalam membentuk kepribadian anggota Persaudaraan Setia Hati Terate.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Additional Information: | Pembimbing I, Armin Tedy M.Ag. dan Pembimbing II, M Zikri M.Hum. | ||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Filosofi, Buceng, Tradisi, Persaudaraan Setia Hati Terate | ||||||||||||
| Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Dr Syahril Syahril | ||||||||||||
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 04:16 | ||||||||||||
| Last Modified: | 27 Aug 2026 04:16 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6437 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics