Jahiden, Suamat (2026) PRAKTIK RUJUK TALAK TIGA DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Studi Kasus Dusun Kampung Jawa Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhan Batu Utara). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (286kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (537kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (173kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (233kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SUAMAT JAHIDEN_1911110020.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Mereka bersatu kembali setelah talak tiga, padahal mantan istrinya belum pernah menikah dengan laki-laki lain bahkan mereka kembali tanpa melakukan akad yang baru. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui Pemahaman dan Praktek Rujuk Talak Tiga di Desa Kampung Jawa, (2) Untuk mengetahui Bagaimana Tinjauan Hukum Islam dan Terhadap Talak Tiga Desa Kampung Jawa. Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: (1) Praktik rujuk talak tiga yang terjadi di Desa Kampung Jawa Kelurahan Tanjung Mangedar Kabupaten Labuhan Batu Utara dilakukan dengan cara mantan suami dan istri kembali hidup bersama setelah terjadi perdamaian tanpa melalui ketentuan yang disyaratkan dalam hukum Islam. Sebagian masyarakat menganggap bahwa talak tiga dapat dirujuk sebagaimana talak satu dan talak dua, sehingga pasangan yang telah bercerai memilih kembali hidup bersama atas dasar kesepakatan keluarga dan keinginan mempertahankan rumah tangga. Sedangkan Faktorfaktor yang menyebabkan terjadinya praktik rujuk talak tiga meliputi kurangnya pemahaman masyarakat tentang hukum talak dan rujuk, faktor ekonomi, keberadaan anak, pengaruh adat atau lingkungan sosial, serta minimnya konsultasi dengan lembaga yang berwenang seperti Kantor Urusan Agama (KUA) dan tokoh agama yang memahami hukum keluarga Islam. (2) Ditinjau dari hukum Islam, praktik rujuk talak tiga yang dilakukan secara langsung tanpa memenuhi syarat syariat termasuk tidak sah dan tidak dibenarkan. Talak tiga merupakan talak bain kubra yang menyebabkan mantan suami tidak dapat merujuk mantan istrinya kecuali setelah mantan istri menikah dengan laki-laki lain secara sah, kemudian terjadi perceraian secara alami dan telah selesai masa iddahnya. Dengan demikian, praktik yang terjadi di Desa Kampung Jawa belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan hukum Islam.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Praktek, Rujuk, Talak Tiga, Hukum Islam. | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | john hendri | ||||||||||||
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 03:10 | ||||||||||||
| Last Modified: | 28 Aug 2026 03:10 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6475 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics