KOMPENSASI PENGANGKATAN ANAK DI KECAMATAN TANJUNG SAKTI PUMI KABUPATEN LAHAT, PROVINSI SUMATERA SELATAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Downloads

Downloads per month over past year

SUBAKT, KEMAS MULIA (2026) KOMPENSASI PENGANGKATAN ANAK DI KECAMATAN TANJUNG SAKTI PUMI KABUPATEN LAHAT, PROVINSI SUMATERA SELATAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (348kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (421kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (224kB)
[img] Text
BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (167kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)
[img] Text
KEMAS MULIA SUBAKTI_2011110078.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Pengangkatan anak merupakan salah satu praktik sosial yang berkembang di tengah masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan anak. Namun, dalam praktiknya, pengangkatan anak di beberapa daerah masih disertai dengan pemberian kompensasi kepada orang tua kandung, sebagaimana yang terjadi di Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Praktik kompensasi ini menimbulkan persoalan hukum, khususnya jika ditinjau dari perspektif hukum Islam, karena berpotensi menyerupai jual beli anak yang bertentangan dengan prinsip perlindungan anak dan nilai-nilai syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik kompensasi dalam pengangkatan anak yang terjadi di Kecamatan Tanjung Sakti serta menganalisis pandangan hukum Islam terhadap praktik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif, melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi dalam pengangkatan anak dilakukan dengan alasan membantu ekonomi orang tua kandung dan sebagai bentuk rasa terima kasih dari orang tua angkat. Namun, dalam perspektif hukum Islam, praktik kompensasi tersebut tidak dibenarkan apabila dimaknai sebagai imbalan atas penyerahan anak, karena anak bukan objek transaksi. Islam membolehkan pengangkatan anak (kafalah) sepanjang tidak menghilangkan nasab dan tidak disertai unsur jual beli. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat agar praktik pengangkatan anak dilakukan sesuai dengan prinsip hukum Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, demi melindungi hak dan kepentingan terbaik bagi anak.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
UNSPECIFIEDRohmadi, Rohmadi197103201996031001UNSPECIFIED
UNSPECIFIEDGusmansyah, Werry198202122011011009UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Pengangkatan Anak, Kompensasi, Hukum Islam, Perlindungan Anak.
Subjects: Syari'ah > Hukum Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: furqon adli
Date Deposited: 28 Aug 2026 03:13
Last Modified: 28 Aug 2026 03:13
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6477

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year