SANKSI ADAT TERHADAP PERZINAAN SEDARAH PERSPEKTIF MAQASYID SYARIAH (Studi Kasus di Desa Tebat Pulau Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong)

Downloads

Downloads per month over past year

HANIPUDIN, M (2025) SANKSI ADAT TERHADAP PERZINAAN SEDARAH PERSPEKTIF MAQASYID SYARIAH (Studi Kasus di Desa Tebat Pulau Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (451kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (613kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (278kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (297kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
M. HANIPUDIN_2111110041.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ANKSI ADAT TERHADAP PERZINAAN SEDARAH PERSPEKTIF MAQASYID SYARIAH (Studi Kasus di Desa Tebat Pulau Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong) Oleh : M. Hanipudin Nim : 2111110041 Perzinaan sedarah (incest) merupakan pelanggaran serius yang bertentangan dengan ajaran agama Islam serta merusak tatanan keluarga, kehormatan nasab, dan ketertiban sosial masyarakat adat. Fenomena terjadinya kasus perzinaan sedarah di Desa Tebat Pulau Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong menunjukkan masih kuatnya peran hukum adat dalam merespons pelanggaran moral yang dianggap berat oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sanksi adat terhadap perzinaan sedarah serta menganalisis kesesuaiannya dengan perspektif Maqāṣid Syarī‘ah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap perangkat adat dan pemerintah desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi adat yang dijatuhkan kepada pelaku meliputi: denda kutei, cambuk adat 100 kali terhadap orang tua pelaku, upacara cuci kampung berupa penyediaan punjung mentah, tiga ekor kambing, dan sirih sesanggen, serta hukuman kucil/pengucilan keluarga dari desa setelah penyelesaian adat. Selain itu, proses hukum negara tetap berjalan bagi pelaku, sementara korban mendapatkan penanganan rehabilitatif. Berdasarkan analisis Maqasyid Syariah, seluruh sanksi tersebut selaras dengan prinsip penjagaan agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-‘aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan kehormatan (ḥifẓ al-‘irḍ), karena berfungsi memulihkan moral masyarakat, melindungi korban, serta mencegah terulangnya pelanggaran. Dengan demikian, sanksi adat di Desa Tebat Pulau tidak hanya menjadi instrumen sosial, x tetapi juga mencerminkan nilai-nilai syariat dalam menjaga kemaslahatan umum.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorJulir, Nenan197509252006042002UNSPECIFIED
Thesis advisorMulyono, Edi1988905122020121007UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Sanksi Adat, Perzinaan Sedarah, Maqasyid Syari’ah.
Subjects: Syari'ah > Hukum Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Dr Syahril Syahril
Date Deposited: 31 Aug 2026 02:35
Last Modified: 31 Aug 2026 02:35
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6582

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year