DINANTI, DARA (2026) PELAKSANAAN PEMBERIAN UANG ADAT SYARA’ DALAM PERKAWINAN PERSPEKTIF ‘URF (DI DESA TALANG PITO KECAMATAN BERMANI ILIR KABUPATEN KEPAHIANG). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
Full text not available from this repository.Abstract
Pelaksanaan Pemberian Uang Adat Syara’ Dalam Perkawinan Perspektif ‘urf (Di Desa Talang Pito Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang) Oleh : Dara Dinanti, NIM : 2223110006, Prodi Hukum Keluarga Islam Pembimbing I : Prof. Dr. Iim Fahimah, Lc., M.A dan Pembimbing II : Dr. Henderi Kusmidi, M.H.I Skripsi ini membahas pelaksanaan pemberian uang adat syara’ dalam perkawinan masyarakat Desa Talang Pito Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang, serta meninjau praktik tersebut dari perspektif ‘urf (kebiasaan) dalam hukum Islam. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pelaksanaan pemberian uang adat syara’ dalam perkawinan di Desa Talang Pito Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang? (2) Bagaimana perspektif ‘urf terhadap pelaksanaan pemberian uang adat syara’ dalam perkawinan di Desa Talang Pito Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pasangan suami istri dengan usia perkawinan antara 1 tahun hingga lebih dari 20 tahun, dan masyarakat dengan latar belakang sosial ekonomi yang berbeda, seperti petani, pedagang, dan pegawai. Analisis data menggunakan teori ‘urf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian uang adat syara’ dilaksanakan sesuai ketentuan adat yang telah ditetapkan, baik dari segi waktu, jumlah, maupun pembagiannya. Praktik ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghormatan terhadap otoritas lembaga adat, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kedua mempelai, yaitu sebagai sarana legitimasi sosial atas perkawinan yang dilangsungkan, memperlancar pelaksanaan prosesi perkawinan adat, serta memperkuat penerimaan dan keharmonisan hubungan antara kedua keluarga mempelai di tengah masyarakat. Dalam perspektif hukum Islam, praktik ini termasuk dalam kategori ‘urf shahih, karena tidak mengandung unsur yang diharamkan, tidak bersifat memberatkan, serta memberikan kemaslahatan bagi lembaga adat, kedua mempelai, dan masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Uang Adat Syara’, Perkawinan, ‘Urf | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Dr Syahril Syahril | ||||||||||||
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 07:30 | ||||||||||||
| Last Modified: | 31 Aug 2026 07:30 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6666 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
