RAMBE, NOVIA RATNA SARI (2026) TRADISI MANGOLAT BORU DALAM PERNIKAHAN ADAT BATAK ANGKOLA PERSPEKTIF 'URF DAN KEADILAN GENDER (Studi Kasus Di Desa Pijorkoling Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara Provinsi Sumatera Utara). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
BAB 1.pdf Download (687kB) |
|
|
Text
Depan.pdf Download (836kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (583kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Download (207kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (189kB) |
|
|
Text
NOVIA RATNA SARI RAMBE_2111110057.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya issue penelitian mengenai praktik tradisi Mangolat Boru yang masih lestari di masyarakat Batak Angkola, namun dalam pelaksanaannya ditemukan beberapa persoalan, seperti prosesi yang berlangsung lama hingga mengganggu waktu ibadah, negosiasi uang Pangolat yang menimbulkan tekanan, serta posisi perempuan yang hanya menjadi objek pasif tanpa ruang partisipasi dalam pengambilan keputusan. Kondisi ini menarik untuk dikaji karena tradisi yang secara filosofis bertujuan memuliakan perempuan justru dalam praktiknya berpotensi mereduksi nilai-nilai keadilan dan menimbulkan persoalan dari perspektif hukum Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan tradisi Mangolat Boru dalam pernikahan masyarakat batak angkola di Desa Pijorkoling Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara. 2. Untuk mengetahui bagaimana tradisi Mangolat Boru dalam pernikahan masyarakat batak angkola di Desa Pijorkoling Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara Perspektif „Urf. 3. Untuk mengetahui bagaimana tradisi Mangolat Boru dalam pernikahan masyarakat batak angkola di Desa Pijorkoling Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara Perspektif Keadilan Gender dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 10 informan, dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif dengan teknik triangulasi untuk menguji keabsahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Pelaksanaan tradisi Mangolat Boru dilakukan setelah akad nikah dengan ritual penahanan mempelai perempuan oleh anak Namboru, diikuti dialog adat (marpatun) dan negosiasi, serta diakhiri dengan penyerahan uang vi vi Pangolat sebagai simbol penghargaan dan izin. Tradisi ini bertujuan menghormati martabat perempuan dan mempererat hubungan kekerabatan Dalihan Na Tolu, namun dalam praktiknya durasinya sering molor hingga mengganggu waktu salat dan menimbulkan tekanan dalam negosiasi. 2. Dari perspektif „urf, tradisi ini secara substantif merupakan „urf „amali shahih yang memiliki tujuan mulia, tetapi berpotensi bergeser menjadi „urf fasid jika terjadi pemaknaan materialistis terhadap uang Pangolat dan pelaksanaannya mengabaikan prinsip kemudahan dalam agama. 3. Dari perspektif keadilan gender, ditemukan bahwa meskipun tradisi ini secara simbolis bertujuan untuk menghormati perempuan, dalam pelaksanaannya perempuan ditempatkan sebagai objek pasif tanpa ruang partisipasi dalam pengambilan keputusan, sehingga bertentangan dengan prinsip kesetaraan martabat (karamah insaniyah) dan musyawarah dalam Islam.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Mangolat Boru, Pernikahan Adat, Batak Angkola, ‘Urf, Keadilan Gender. | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Dr Syahril Syahril | ||||||||||||
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 00:50 | ||||||||||||
| Last Modified: | 04 Sep 2026 00:50 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6872 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics