SANKSI ADAT SUKU PEKAL TERHADAP HAMIL DI LUAR NIKAH PERSPEKTIF JINAYAH DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM (Studi di Desa Retak Mudik Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Mukomuko)

Downloads

Downloads per month over past year

Putri, Yunia (2026) SANKSI ADAT SUKU PEKAL TERHADAP HAMIL DI LUAR NIKAH PERSPEKTIF JINAYAH DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM (Studi di Desa Retak Mudik Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Mukomuko). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (194kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (401kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (151kB)
[img] Text
YUNIA PUTRI_2223110042.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Kehamilan di luar nikah merupakan perbuatan yang bertentangan dengan norma agama, hukum, dan adat yang berlaku dalam masyarakat. Pada masyarakat Suku Pekal di Desa Retak Mudik Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Mukomuko, pelaku hamil di luar nikah dikenakan sanksi adat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sanksi adat Suku Pekal terhadap hamil di luar nikah serta menganalisisnya dalam perspektif jinayah dalam hukum keluarga Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan sanksi adat terhadap hamil di luar nikah di Desa Retak Mudik dilakukan melalui beberapa tahapan adat yang bertujuan memberikan efek jera, memulihkan hubungan sosial, serta menjaga ketertiban masyarakat. Dalam perspektif jinayah, sanksi adat tersebut pada umumnya dapat dikategorikan sebagai bentuk ta'zir karena bertujuan mencegah terulangnya pelanggaran dan mewujudkan kemaslahatan masyarakat. Adapun pelaksanaan ijab kabul ulang berkaitan dengan aspek hukum keluarga Islam sebagai upaya memberikan kepastian status perkawinan menurut agama dan adat. Dengan demikian, pelaksanaan sanksi adat di Desa Retak Mudik pada prinsipnya tidak bertentangan dengan hukum Islam selama tetap memperhatikan tujuan kemaslahatan, keadilan, dan ketentuan syariat yang berlaku.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorJulir, Nenan1975095200604202UNSPECIFIED
Thesis advisorTaman, Badrun198612092019031002UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Sanksi Adat, Hamil di Luar Nikah, Jinayah.
Subjects: Syari'ah > Hukum Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: merdansyah merdansyah
Date Deposited: 04 Sep 2026 02:04
Last Modified: 04 Sep 2026 02:04
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6889

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year