LAGHWUN DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF HASBI ASH SHIDDIEQY DAN RELEVANSI DI ERA DIGITAL (Studi Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nūr)

Downloads

Downloads per month over past year

SIDDIQ, AKBAR (2026) LAGHWUN DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF HASBI ASH SHIDDIEQY DAN RELEVANSI DI ERA DIGITAL (Studi Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nūr). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
DEPAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (298kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (304kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (256kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (219kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)
[img] Text
SKRIPSI AKBAR SIDDIQ NIM 2223420001.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji penafsiran lafaz laghwun dalam AlQur'an berdasarkan Tafsir Al-Qur'anul Majid An-Nūr karya Hasbi Ash-Shiddieqy. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penafsiran ayat-ayat laghwun menurut Hasbi Ash-Shiddieqy serta mengungkap relevansi dalam kehidupan di era digital. Kajian ini penting karena istilah laghwun dalam Al-Qur'an tidak hanya dimaknai sebagai perkataan yang sia-sia, tetapi juga mencakup berbagai bentuk ucapan dan perbuatan yang tidak bermanfaat, tidak bernilai, bahkan dapat merusak kehidupan individu maupun sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode penelitian tafsir studi tokoh. Data primer berasal dari Tafsir AlQur'anul Majid An-Nūr karya Hasbi Ash-Shiddieqy, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku, jurnal, skripsi, dan literatur lain yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasbi Ash-Shiddieqy menafsirkan laghwun sebagai segala bentuk perkataan dan perbuatan yang tidak memiliki manfaat, tidak mengandung nilai kebaikan, serta harus dijauhi oleh orang-orang beriman. Bentuk-bentuk laghwun tersebut meliputi ucapan siasia, perkataan yang tidak berguna, kebohongan, sumpah yang tidak disengaja, serta berbagai perilaku yang tidak memberikan manfaat bagi kehidupan. Dalam konteks era digital, konsep laghwun memiliki relevansi yang kuat dengan berbagai fenomena komunikasi modern, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, fitnah, provokasi, perundungan siber (cyberbullying), penyebaran konten yang tidak bermanfaat, serta aktivitas di media sosial yang tidak memberikan nilai positif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran laghwun menurut Hasbi Ash Shiddieqy tidak hanya memiliki dimensi moral dan spiritual, tetapi juga relevan sebagai landasan etis bagi masyarakat dalam membangun komunikasi yang bijaksana, bertanggung jawab, dan selaras dengan nilai-nilai Al-Qur'an di era digital.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
UNSPECIFIEDSupian, Aan196906151997031003UNSPECIFIED
UNSPECIFIEDAfri,, Yusnelma Eka198504232020122004UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Era Digital, Hasbi Ash-Shiddieqy, Laghwun, Tafsir Al-Qur'anul Majid An-Nūr.
Subjects: Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir
Depositing User: furqon adli
Date Deposited: 17 Sep 2026 06:44
Last Modified: 17 Sep 2026 06:44
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7170

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year