NABILA, MUTIARA (2026) SISTEM KEKERABATAN MASYARAKAT KELURAHAN MUKOMUKO DALAM PERNIKAHAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (991kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (305kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (356kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (267kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (261kB) |
|
|
Text
MUTIARA NABILA_2223110080.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya sistem kekerabatan matrilineal pada masyarakat Kelurahan Mukomuko yang memengaruhi praktik pernikahan, khususnya larangan pernikahan satu kaum dan penerapan sanksi adat Nebih Kambiang Erang bagi pelanggarnya. Tradisi tersebut telah berlangsung secara turuntemurun dan masih dipertahankan oleh masyarakat hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem kekerabatan masyarakat Kelurahan Mukomuko dalam praktik pernikahan serta menganalisis tinjauan hukum Islam terhadap larangan pernikahan satu kaum dan tradisi Nebih Kambiang Erang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap penghulu adat, kepala kaum, dan masyarakat yang pernah melaksanakan tradisi tersebut. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Mukomuko menganut sistem kekerabatan matrilineal dan menerapkan sistem perkawinan eksogami, yaitu perkawinan dengan pasangan yang berasal dari kaum yang berbeda. Larangan pernikahan satu kaum dimaksudkan untuk menjaga hubungan kekerabatan dan menghindari perkawinan yang dianggap masih memiliki hubungan darah, sedangkan pelanggarannya dikenakan sanksi adat berupa pelaksanaan tradisi Nebih Kambiang Erang. Dalam perspektif hukum Islam, larangan pernikahan satu kaum tergolong 'Urf fasid karena menetapkan larangan perkawinan di luar ketentuan syariat Islam, sebab anggota satu kaum tidak termasuk mahram yang diharamkan untuk dinikahi. Sementara itu, tradisi Nebih Kambiang Erang dapat dikategorikan sebagai 'Urf sahih karena tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum Islam serta bertujuan menjaga keharmonisan dan ketertiban masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Sistem kekerabatan matrilineal, Larangan pernikahan sesuku, Nebih Kambiang Erang, Hukum Islam | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Dr Syahril Syahril | ||||||||||||
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 08:40 | ||||||||||||
| Last Modified: | 17 Sep 2026 08:40 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7203 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics