RAHMAT, RONNI KHAIRUL (2026) PRAKTIK PEMBAGIAN HARTA WARIS SECARA ADAT PADA MASYARAKAT PADANG GUCI KECAMATAN KAUR UTARA PERSPEKTIF MAQASHID SYARI’AH. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (512kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (676kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (248kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (328kB) |
|
|
Text
RONNI KHAIRUL RAHMAT_2223110068.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Praktik kewarisan adat pada masyarakat patrilineal Padang Guci di Kecamatan Kaur Utara menunjukkan bahwa ahli waris perempuan yang telah menerima hibah semasa hidup pewaris kehilangan hak warisnya setelah pewaris meninggal dunia. Kerancuan berupa penyamaan konsep hibah dan waris ini dinilai berpotensi menimbulkan ketidakadilan substantif. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana praktik pembagian harta waris secara adat pada masyarakat Padang Guci di Kecamatan Kaur Utara? dan (2) Bagaimana perspektif Maqashid Syari’ah terhadap praktik pembagian harta waris secara adat tersebut? Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik tersebut dan meninjaunya berdasarkan perspektif Maqashid Syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ahli waris menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menerapkan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dalam adat Padang Guci, anak laki-laki bertindak sebagai ahli waris utama yang mengurus seluruh harta peninggalan, sedangkan hak waris anak perempuan gugur jika ia telah menerima hibah semasa hidup orang tuanya. Sistem ini dipertahankan demi menjaga keutuhan harta keluarga serta akibat minimnya pemahaman masyarakat terhadap hukum Islam. (2) Perspektif Maqashid Syariah menilai praktik tersebut tidak sejalan dengan prinsip hukum Islam. Praktik ini mencederai aspek hifzh al-mal (perlindungan harta) karena menghilangkan hak milik perempuan secara tidak proporsional, aspek hifzh alnasl (pemeliharaan keturunan) karena memicu potensi konflik keluarga, serta aspek hifzh al-din (pemeliharaan agama) karena mengabaikan ketentuan pasti (ta'abbudi) dalam Al-Quran surah An-Nisa ayat 11. Penelitian ini menyimpulkan perlunya rekonstruksi hukum agar terjadi harmonisasi antara nilai budaya lokal dengan prinsip keadilan hukum Islam.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Waris Adat, Padang Guci, Maqashid Syariah, Hibah. | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Muhammad Yusrizal | ||||||||||||
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 04:14 | ||||||||||||
| Last Modified: | 23 Sep 2026 04:14 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7286 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics