PENOLAKAN HAKIM TERHADAP PERMOHONAN DISPENSASI KAWIN: ANALISIS PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PERSPEKTIF MAQASID Al-SYARI‟AH (Studi Penetapan Pengadilan Agama Arga Makmur)

Downloads

Downloads per month over past year

GUSMAN, KHAIRUL (2026) PENOLAKAN HAKIM TERHADAP PERMOHONAN DISPENSASI KAWIN: ANALISIS PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PERSPEKTIF MAQASID Al-SYARI‟AH (Studi Penetapan Pengadilan Agama Arga Makmur). Magister (S2) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
DEPAN.pdf

Download (2MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (535kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (665kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (276kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (271kB)
[img] Text
KHAIRUL GUSMAN_2423680023.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim Pengadilan Agama Arga Makmur dalam menolak permohonan dispensasi kawin tahun 2025 serta menganalisis pertimbangan tersebut dalam perspektif maqāṣid al-syarī‗ah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif empiris dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Objek penelitian difokuskan pada Penetapan Pengadilan Agama Arga Makmur Nomor 67/Pdt.P/2025/PA.AGM, Nomor 100/Pdt.P/2025/PA.AGM, dan Nomor 110/Pdt.P/2025/PA.AGM. Data dianalisis secara kualitatif dengan menghubungkan pertimbangan hakim dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, PERMA Nomor 5 Tahun 2019, prinsip perlindungan anak, serta konsep maqāṣid al-syarī‗ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim dalam menolak permohonan dispensasi kawin tidak hanya mempertimbangkan usia anak, tetapi juga menilai secara komprehensif aspek psikologis, pendidikan, kesehatan, ekonomi, perbedaan usia, kesiapan calon pasangan, potensi kekerasan, serta kepentingan terbaik bagi anak. Alasan hubungan antara anak dan calon pasangan maupun kekhawatiran terjadinya zina tidak secara otomatis dianggap sebagai alasan sangat mendesak sebagaimana dipersyaratkan Pasal 7 ayat (2) UndangUndang Nomor 16 Tahun 2019. Dari perspektif maqāṣid al-syarī‗ah, pertimbangan hakim mencerminkan perlindungan terhadap ḥifẓ al-dīn (agama), ḥifẓ al-nafs (jiwa), ḥifẓ al-nasl (keturunan), ḥifẓ al-‗aql (akal), ḥifẓ al-māl (harta), serta ḥifẓ al-‗irḍ (kehormatan dan martabat). Di antara tujuan tersebut, ḥifẓ al-nafs dan ḥifẓ al-‗aql menjadi maqāṣid yang paling dominan, diperkuat oleh perlindungan harta, keturunan, agama, dan kehormatan. Penolakan dispensasi pada akhirnya merupakan bentuk penerapan prinsip maṣlaḥah–mafsadah, yaitu mencegah kemudaratan perkawinan anak yang lebih besar daripada kemaslahatan yang diharapkan dari legalisasi perkawinan. Dengan demikian, pertimbangan hakim menunjukkan orientasi hukum yang tidak semata-mata formalistik, tetapi substantif dan berpusat pada perlindungan serta kepentingan terbaik bagi anak.

Item Type: Thesis (Magister (S2))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
UNSPECIFIEDFahima, Iim197307122006042001UNSPECIFIED
UNSPECIFIEDYarmunida, Miti197705052007102002UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Dispensasi Kawin, Pertimbangan Hakim, Maqāṣid al-Syarī‗ah, Perlindungan Anak, Maṣlaḥah–Mafsadah.
Subjects: Pascasarjana > Ahwal Al-syakhshiyah
Divisions: Pascasarjana > Ahwal Al-syakhshiyah (S2)
Depositing User: furqon adli
Date Deposited: 23 Sep 2026 05:54
Last Modified: 23 Sep 2026 05:54
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7294

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year