PUTRI, HELMANIA (2026) PERHITUNGAN WETON (NEPTU 25) PADA MASYARAKAT JAWA DI KECAMATAN ULOK KUPAI KABUPATEN BENGKULU UTARA PERSPEKTIF AL-‘URF. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (491kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (559kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (292kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (461kB) |
|
|
Text
HELMANIA PUTRI _2223110047.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Perhitungan Weton (Neptu 25) Pada Masyarakat Jawa Di Kecamatan Ulok Kupai Kabupaten Bengkulu Utara Dalam Perspektif Al-‘Urf. Fokus Penelitian ini adalah memahami bagaimana praktik perhitungan weton (Neptu 25) pada masyarakat jawa, pandangan masyarakat mengenai tradisi weton serta bagaimana hukum ‘Urf memandang tradisi tersebut. Tradisi weton merupakan sistem perhitungan hari kelahiran berdasarkan hari pasaran Jawa yang menghasilkan nilai neptu bagi calon pasangan. Apabila jumlah neptu keduanya adalah 25, dalam primbon Jawa hal ini diyakini membawa pertanda buruk bagi kehidupan pernikahan, seperti ketidakharmonisan, pertengkaran, bahkan potensi perceraian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap pasangan suami istri di Desa Tanjung Harapan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan Merujuk pada prinsip-prinsip hukum ‘Urf yang berlaku di Indonesia. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima pasangan suami istri, seorang tokoh agama, seorang tokoh adat, dan kepala desa di Desa Tanjung Harapan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan merujuk pada teori Al-'Urf dalam ushul fiqh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Jawa di Desa Tanjung Harapan masih menjalankan tradisi perhitungan weton sebagai bagian dari pelestarian budaya leluhur, namun tidak menjadikannya sebagai penentu mutlak keputusan pernikahan. Dari lima pasangan yang diteliti, seluruhnya memiliki neptu 25 namun tetap melangsungkan pernikahan, dan empat di antaranya menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis. Ditinjau dari perspektif Al-'Urf, tradisi ini termasuk dalam kategori 'urf khash (kebiasaan khusus kelompok tertentu) dan dapat diklasifikasikan sebagai 'urf xi shahih selama pelaksanaannya tidak bertentangan dengan dalil syariat, tidak menghalalkan yang haram, tidak membatalkan yang wajib, serta tidak diyakini sebagai penentu takdir yang menyaingi kekuasaan Allah SWT. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pasangan calon suami istri tetap boleh melaksanakan pernikahan dalam perspektif hukum ‘Urf meskipun Neptu nya 25. Namun, tradisi perhitungan weton ini dipandang sebagai adat warisan budaya yang masih di terapkan dikalangan suku jawa dan untuk menghormati tetua terdahulu.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | kebolehan menikah, perhitungan weton (Neptu 25), hukum ‘Urf, studi kasus. | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Dr Syahril Syahril | ||||||||||||
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 07:11 | ||||||||||||
| Last Modified: | 23 Sep 2026 07:11 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7311 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics