ANALISIS `URF TERHADAP TRADISI PERNIKAHAN EYUK KAPAIYOY PADA MASYARAKAT PULAU ENGGANO KABUPATEN BENGKULU UTARA

Downloads

Downloads per month over past year

WAHYUNI, WIDIYA (2026) ANALISIS `URF TERHADAP TRADISI PERNIKAHAN EYUK KAPAIYOY PADA MASYARAKAT PULAU ENGGANO KABUPATEN BENGKULU UTARA. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
DEPAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (310kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (323kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (225kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (206kB)
[img] Text
WIDIYA WAHYUNI_2223110085.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Dalam tradisi ini terdapat dua permasalahan yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu (1) Bagaimana praktik tradisi Eyuk Kapaiyoy dalam upacara pernikahan di Pulau Enggano? (2) Bagaimana analisis ‘urf terhadap pelaksanaan tradisi Eyuk Kapaiyoy dalam upacara pernikahan di Pulau Enggano? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pelaksanaan tradisi Eyuk Kapaiyoy serta menganalisisnya dalam perspektif 'urf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pelaksanaan tradisi Eyuk Kapaiyoy serta menganalisisnya dalam perspektif 'urf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi Eyuk Kapaiyoy dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap awal diawali dengan musyawarah keluarga yang melibatkan kedua belah pihak dan kepala suku untuk menentukan waktu pelaksanaan serta perlengkapan adat yang harus dipersiapkan. Setelah tercapai kesepakatan, pada hari pelaksanaan pihak mempelai laki-laki datang bersama keluarga besarnya ke rumah mempelai perempuan dengan membawa perlengkapan adat berupa uang adat sebesar Rp100.000, tiga bilah parang, kain putih satu meter, dan pakaian dua setel. Sesampainya di tempat pelaksanaan, kepala suku dari pihak laki-laki menyampaikan maksud kedatangan rombongan, kemudian menyerahkan perlengkapan adat sambil menjelaskan makna simboliknya. Prosesi selanjutnya diakhiri dengan penyampaian nasihat pernikahan oleh kepala suku kepada kedua mempelai sebagai pedoman dalam membina rumah tangga. Setelah seluruh rangkaian adat selesai dilaksanakan, akad nikah menurut syariat Islam dilangsungkan pada hari berikutnya. Setiap perlengkapan adat dalam tradisi Eyuk Kapaiyoy memiliki makna filosofis yang mencerminkan penghormatan, tanggung jawab, ketulusan, dan penghargaan terhadap keluarga perempuan. Selain itu, tradisi ini memiliki kedudukan penting dalam masyarakat Enggano sebagai sarana mempererat hubungan kekerabatan, memperoleh pengakuan adat, dan menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Berdasarkan analisis 'urf, tradisi Eyuk Kapaiyoy termasuk dalam kategori 'urf shahih karena telah menjadi kebiasaan yang berlangsung secara turun-temurun, diterima dan dilaksanakan oleh masyarakat, mengandung kemaslahatan, serta tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Tradisi ini juga tidak menentukan sah atau tidaknya perkawinan karena bukan termasuk rukun maupun syarat pernikahan dalam Islam. Oleh karena itu, tradisi Eyuk Kapaiyoy dapat tetap dilestarikan sebagai bagian dari budaya masyarakat Enggano selama pelaksanaannya tidak bertentangan dengan ketentuan syariat Islam.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorNurdin, Zurifah1972092220000032001UNSPECIFIED
Thesis advisorFahimah, Lim197307122006042001UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Eyuk Kapaiyoy, Pernikahan, ‘Urf
Subjects: Syari'ah > Hukum Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Dr Syahril Syahril
Date Deposited: 24 Sep 2026 02:42
Last Modified: 24 Sep 2026 02:42
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7344

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year