Syahril, Muhammad Irvan (2026) HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI DALAM HAL NAFKAH PERSEPEKTIF HUKUM ISLAM ( Studi Di Rutan Malabero Kota Bengkulu ). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (864kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (631kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (567kB) |
|
|
Text
MUHAMMAD IRVAN SYAHRIL_2223110017.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peristiwa pernikahan yang dilaksanakan di Rutan Malabero Kota Bengkulu, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai pelaksanaan hak dan kewajiban suami istri, khususnya dalam pemenuhan nafkah ketika suami berstatus sebagai warga binaan pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan hak dan kewajiban suami terhadap istri dalam hal nafkah serta menganalisisnya berdasarkan perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas warga binaan pemasyarakatan yang telah menikah di Rutan Malabero Kota Bengkulu serta petugas rutan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan hak dan kewajiban suami terhadap istri dalam hal nafkah belum dapat terlaksana secara optimal. Nafkah lahir tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan akses ekonomi dan ruang gerak warga binaan selama menjalani masa tahanan. Sementara itu, nafkah batin juga tidak dapat terlaksana sebagaimana mestinya karena terbatasnya waktu kunjungan dan tidak tersedianya fasilitas yang memungkinkan hubungan suami istri berlangsung secara normal. Dalam perspektif hukum Islam, kewajiban nafkah tetap melekat pada suami meskipun sedang menjalani masa tahanan. Namun, pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki suami. Kondisi tersebut masih dapat dibenarkan xii menurut hukum Islam karena adanya prinsip kemudahan (taisir), keadilan, dan pelaksanaan kewajiban sesuai kemampuan. Keutuhan rumah tangga dalam kondisi ini dipertahankan melalui komunikasi, kesabaran, dukungan moral, serta saling pengertian antara suami dan istri.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Hak dan Kewajiban Suami Istri, Warga binaan. | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Dr Syahril Syahril | ||||||||||||
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 08:01 | ||||||||||||
| Last Modified: | 24 Sep 2026 08:01 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7355 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics