TRADISI SERAWO PADA ADAT PERNIKAHAN SUKU SERAWAI PERSPEKTIF ‘URF (Studi Kasus Desa Nanti Agung Kabupaten Kepahiang

Downloads

Downloads per month over past year

MARTIN, LIA (2026) TRADISI SERAWO PADA ADAT PERNIKAHAN SUKU SERAWAI PERSPEKTIF ‘URF (Studi Kasus Desa Nanti Agung Kabupaten Kepahiang. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
DEPAN.pdf

Download (2MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (228kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (518kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (548kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (243kB)
[img] Text
LIA MARTINI_1911110053.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini membahas Tradisi Serawo dalam adat pernikahan masyarakat Suku Serawai di Desa Nanti Agung, Kabupaten Kepahiang, serta meninjau praktik tersebut dalam perspektif „urf sebagai salah satu sumber penetapan hukum dalam Islam. Tradisi Serawo merupakan syarat adat yang wajib dipenuhi oleh pihak perempuan saat prosesi lamaran. Serawo dipahami sebagai simbol yang menandai bahwa pernikahan tersebut telah diketahui oleh tiga penjuru keluarga, sehingga dianggap memiliki nilai sakral dan menjadi penentu kelanjutan proses lamaran. Apabila Serawo tidak disediakan, lamaran dapat ditunda atau dikenakan sanksi adat berupa denda maupun pelarangan berbicara dalam pertemuan lamaran. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan tradisi Serawo pada adat pernikahan masyarakat Suku Serawai di Desa Nanti Agung; dan (2) menganalisis kedudukan hukum tradisi tersebut dalam perspektif „urf. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan field research, serta mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi kepada tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Serawo telah menjadi kebiasaan yang mengakar dan dijalankan secara turun-temurun oleh masyarakat Serawai. Tradisi ini dipandang membawa keberkahan, memperkuat hubungan kekeluargaan, serta menjadi simbol penghormatan dalam prosesi lamaran. Dalam perspektif „urf, tradisi Serawo tergolong „urf fi„li dan „urf „am, karena merupakan aktivitas sosial yang dilakukan secara berulang dan diterima luas oleh masyarakat. Tradisi ini tidak bertentangan dengan syariat Islam, tidak mengandung unsur kemaksiatan, serta membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Dengan demikian, Serawo dapat dikategorikan sebagai „urf shahih dan boleh dijadikan dasar dalam pelaksanaan adat selama tidak dijadikan syarat sah akad nikah secara syar„i.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorFahimah, Lim1973071220060402001UNSPECIFIED
Thesis advisorSitorus, Iwan Ramadhan198705282019031004UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Tradisi Serawo, Suku Serawai, Adat Pernikahan, ‘Urf, Hukum Islam
Subjects: Syari'ah > Hukum Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Muhammad Yusrizal
Date Deposited: 25 Sep 2026 08:23
Last Modified: 25 Sep 2026 08:23
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7399

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year