KONSEP IDDAH PASCA CERAI HIDUP PERSPEKTIF IBN ATHIYYAH DALAM TAFSIR AL-MUHARRAR AL WAJIZ dan RELEVANSINYA TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT MASA KINI

Downloads

Downloads per month over past year

HIDAYAH, MUTIARA SEKAR (2026) KONSEP IDDAH PASCA CERAI HIDUP PERSPEKTIF IBN ATHIYYAH DALAM TAFSIR AL-MUHARRAR AL WAJIZ dan RELEVANSINYA TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT MASA KINI. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
COVER DLL.pdf

Download (700kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (252kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (253kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (181kB)
[img] Text
BAB V & DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (166kB)
[img] Text
MUTIARA SEKAR HIDAYAH_2223420044.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Iddah merupakan salah satu ketentuan syariat islam yang wajib dijalani oleh perempuan setelah terjadinya perceraian atau wafatnya suami. Ketentuan ini tidak hanya berfungsi sebagai masa tunggu sebelum menikah kembali, tetapi juga mengandung hikmah hukum, sosial, dan spiritual mendalam. Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji konsep Iddah menurut perspektif Ibn Athiyyah dalam tafsir AlMuharrar Al-Wajiz dan Relevansinya Terhadap Kehidupan Masyarakat Masa Kini, dengan fokus pada penafsiran QS. al-Baqarah ayat 228, 234 dan surat at-talaq ayat 4. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan jenis studi tokoh yang mengkaji pemikiran Ibn Athiyyah dalam tafsir Al-Muharrar Al-Wajiz. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan historis untuk memahami konteks Iddah, serta pendekatan linguistik untuk menganalisis makna istilah qurū’ dalam Al-Qur‟an. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah tafsir Al-Muharrar Al-Wajiz. Karya Ibn Athiyyah, sedangkan sumber sekunder berupa kitab tafsir, buku fikih, jurnal, dan karya ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Athiyyah memandang Iddah sebagai ketentuan syariat yang bersifat komprehensif, tidak semata-mata berkaitan dengan aspek biologis seperti memastikan kekosongan rahim, tetapi juga mengandung nilai ibadah, perlindungan hak perempuan, serta penghormatan terhadap ikatan pernikahan. Dalam menafsirkan lafadz quru’, Ibn Athiyyah menampilkan pendekatan yang moderat dengan mempertimbangkan aspek bahasa, fikih, dan tujuan syariat (Maqasid Al-Syari’ah). Dengan demikian, konsep Iddah menurut Ibn Athiyyah menegaskan bahwa perempuan ditempatkan sebagai subjek yang dihormati dalam hukum islam, serta menunjukkan bahwa syariat islam senantiasa selaras dengan prinsip keadilan, kebijaksanaan, dan kemaslahatan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorSuryani, Suryani196901101996032002UNSPECIFIED
Thesis advisorHendri, Jul198712242020121004UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: : Iddah, cerai hidup, Ibn Athiyyah, Al-Muharrar AlWajiz.
Subjects: Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir
Depositing User: Dr Syahril Syahril
Date Deposited: 28 Sep 2026 03:29
Last Modified: 28 Sep 2026 03:29
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7453

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year