PURNASARI, EFTA LIZA (2026) TRADISI PETIK MATAI DALAM PROSES PERNIKAHAN PADA MASYARAKAT SUKU REJANG KABUPATEN LEBONG (Analisis Hermeneutika Fenomenologis). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (395kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (331kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (312kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (309kB) |
|
|
Text
EFTA LIZA PURNASARI_2223440001.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Tradisi Petik Matai merupakan salah satu bagian penting dalam rangkaian adat proses pernikahan masyarakat Suku Rejang di Kabupaten Lebong yang dilaksanakan sebelum akad nikah dan tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap prosesi seremonial, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofis yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan tradisi Petik Matai serta mengungkap makna filosofis yang terkandung di dalamnya dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui jenis penelitian lapangan (field research), teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, masyarakat, serta pihak yang terlibat, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan pendekatan hermeneutika fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi tradisi Petik Matai dilaksanakan secara terstruktur melalui tiga tahapan, yaitu pra prosesi yang meliputi penjemputan calon pengantin laki-laki, memakan iben penaok (sirih nasihat), meminta izin kepada orang tua, penyambutan di rumah calon mertua, serta memakaikan kain silong, kemudian dilanjutkan dengan prosesi inti berupa pelaksanaan tradisi Petik Matai, dan diakhiri dengan pasca prosesi berupa pemberian iben ta‟ok tawea (sirih penawar) kepada pihak yang memberikan nasihat, seluruh rangkaian tersebut dilaksanakan sesuai ketentuan adat serta melibatkan keluarga dan masyarakat sebagai bentuk penguatan hubungan sosial dan kekerabatan. Makna filosofis tradisi Petik Matai menunjukkan bahwa tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai pengalaman sosial yang sarat nilai kehidupan seperti nilai penghormatan, penerimaan, penyucian diri, pengendalian emosi, serta harapan akan terciptanya keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga, makna tersebut juga tercermin dalam bahan-bahan yang digunakan yang mengandung pesan moral sebagai pedoman hidup bagi kedua xv mempelai, sehingga tradisi Petik Matai berfungsi sebagai media pendidikan moral dan sosial yang diwariskan secara turun temurun dalam masyarakat Suku Rejang.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Tradisi, Petik Matai, Makna Filosofis, Suku Rejang | ||||||||||||
| Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | furqon adli | ||||||||||||
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 07:48 | ||||||||||||
| Last Modified: | 02 Oct 2026 07:48 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7595 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics