REPANZA, AHMAD (2026) MENUTUP AURAT PEREMPUAN LANSIA PERSPEKTIF TAFSIR AL-QUR’ANUL MAJID ANNUR DAN TAFSIR AL-MUNIR. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (427kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (662kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (525kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (193kB) |
|
|
Text
AHMAD REPANZA_2223420055.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Pembahasan tentang menutup aurat perempuan merupakan salah satu isu penting dalam kajian hukum dan tafsir Al-Qur’an. Dalam konteks perempuan lansia, Al-Qur’an memberikan keringanan (rukhsah) sebagaimana termaktub dalam QS. An-Nur ayat 60, yang sering menimbulkan beragam penafsiran di kalangan ulama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy dalam Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nur dan Wahbah AlZuhaili dalam Tafsir Al-Munir mengenai menutup aurat perempuan lansia, mengidentifikasi persamaan dan perbedaan penafsiran keduanya, serta mengkaji relevansi hasil perbandingan tersebut terhadap pemahaman aurat perempuan lansia dalam konteks kekinian. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode muqārran (komparatif). Data primer diperoleh dari kedua kitab tafsir tersebut, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan literatur yang relevan. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu, Pertama, Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy dan Wahbah Al-Zuhaili sepakat bahwa QS An-Nur ayat 60 memberikan keringanan (rukhsah) bagi perempuan laansia yang telah berhenti dari haid, tidak lagi berhasrat untuk menikah, dan tidak menimbulkan ketertarikan, namun kebolehan tersebut bukan perintah, melainkan keringanan. Kedua, persamaan penafsiran Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy dan Wahbah Al-Zuhaili terletak pada penegasan bahwa menutup aurat perempuan lansia tidak gugur secara mutlak dan prinsip menjaga x kehormatan tetab lebih utama, adapun perbedaannya yaitu Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy menafsirkan lebih kontekstual dan moderat, sedangkan Wahbah Al-Zuhaili lebih ketat dengan pendekatan fikih dan batasan yang tegas. Ketiga, relevansi hasil perbandingan penafsiran QS An-Nur ayat 60 menurut Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy dan Wahbah AlZuhaili, dalam konteks kekinian menunjukkan bahwa ayat ini tidak dapat dipahami sebagai pembolehan membuka aurat secara bebas bagi perempuan lansia, perempuan lansia tetap dianjurkan berpakaian sopan sesuai syari’at dan norma, sedangkan rukhsah dipahami sebagai kemudahan terbatas, bukan penghapusan kewajiban menjaga kehormatan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Aurat Perempuan Lansia, QS. An-Nur:60, Tafsir AlQur’anul Majid An-Nur, Tafsir Al-Munir, Studi Komparatif | ||||||||||||
| Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Dr Syahril Syahril | ||||||||||||
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 07:53 | ||||||||||||
| Last Modified: | 02 Oct 2026 07:53 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7596 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics