AL-AMIN, NASRUDIN MAQHFIRAH (2026) PERTIMBANGAN HAKIM PENGADILAN AGAMA BENGKULU KELAS 1A DALAM PUTUSAN NOMOR 110/Pdt.P/2024/PA.Bn TENTANG PERMOHONAN DISPENSASI KAWIN YANG TIDAK DITERIMA PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (320kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (392kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (229kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (247kB) |
|
|
Text
NASRUDIN MAQHFIRAH AL-AMIN_2223110018.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang, 1) Bagaimana Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Bengkulu Kelas 1a Dalam Putusan Nomor 110/Pdt.P/2024/Pa.Bn Tentang Permohonan Dispensasi Kawin Yang Tidak Diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard)?, 2) Bagaimana Perspektif Maslahah Mursalah terhadap Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Bengkulu Kelas 1a Dalam Putusan Nomor 110/Pdt.P/2024/Pa.Bn Tentang Permohonan Dispensasi Kawin Yang Tidak Diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard)?. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan 1) Proses pemeriksaan Dispensasi Kawin berpedoman pada PERMA Nomor 5 Tahun 2019 yang mewajibkan kehadiran anak, calon pasangan, serta orang tua atau wali. Kemudian, alasan formil Permohonan dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard) karena syarat formal pemeriksaan tidak terpenuhi yaitu ketidakhadiran orang tua calon pasangan laki-laki. Dasar pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 110/Pdt.P/2024/PA.Bn didasarkan pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 dan PERMA Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi kawin. 2) Proses pemeriksaan perkara Dispensasi Kawin menurut perspektif maslahah mursalah, bertujuan memastikan perlindungan dan kepentingan terbaik bagi anak melalui pemeriksaan yang lengkap dan menyeluruh. Adapun alasan formil penolakan permohonan karena tidak terpenuhinya syarat formal, hal ini sejalan dengan prinsip kemaslahatan, karena mencegah kemungkinan mudarat yang dapat timbul akibat perkawinan yang belum didukung keluarga secara menyeluruh. Kemudian, dasar pertimbangan hakim memutus amar Niet Ontvankelijke Verklaard sebagai bentuk kemaslahatan bagi para pihak yaitu melindungi anak dari resiko perkawinan yang belum dipersiapkan dengan matang
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Dispensasi Kawin Yang Tidak Diterima, Maslahah Mursalah. | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | furqon adli | ||||||||||||
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 09:13 | ||||||||||||
| Last Modified: | 02 Oct 2026 09:13 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7603 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics