KONSEP WALI ALLAH DALAM SURAH YŪNUS/10: 62–63 PERSPEKTIF ULAMA NUSANTARA DAN RELEVANSINYA DI ERA MODERN

Downloads

Downloads per month over past year

Ulifah, Alimatul (2026) KONSEP WALI ALLAH DALAM SURAH YŪNUS/10: 62–63 PERSPEKTIF ULAMA NUSANTARA DAN RELEVANSINYA DI ERA MODERN. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (684kB)
[img] Other
BAB II.pdf

Download (601kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (339kB)
[img] Text
BAB V & DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (420kB)
[img] Text
ALIMATUL ULIFAH_2223420039.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep Wali Allah dalam Surah Yunus/10: 62–63 dalam al-Qur‟an berdasarkan perspektif tafsir ulama Nusantara serta relevansinya di era modern. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh adanya kesalahpahaman masyarakat mengenai konsep Wali Allah yang sering dikaitkan dengan unsur mistis, karamah luar biasa, dan pengkultusan berlebihan tanpa landasan yang kuat dari Al Qur‟an dan penafsiran ulama. Penelitian ini membahas bagaimana konsep Wali Allah dalam Surah Yūnus/10: 62–63 berdasarkan perspektif ulama Nusantara, serta bagaimana relevansi konsep Wali Allah dalam tafsir Al-Qur‟an berdasarkan perspektif ulama Nusantara terhadap kehidupan umat Islam di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data primer bersumber dari al-Qur‟an dan kitab tafsir ulama Nusantara, yaitu Tafsir Mara>ḥ Labi>d karya Syekh Nawawi al-Bantani, Tafsir An-Nūr karya Hasbi Ash-Shiddieqy, Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, dan Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan karya ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut perspektif ulama Nusantara, Wali Allah adalah hamba yang memiliki keimanan kokoh dan ketakwaan konsisten yang tercermin dalam ketaatan, keikhlasan, serta akhlak mulia. Kewalian tidak ditentukan oleh status sosial, keturunan, atau kemampuan supranatural, melainkan oleh kualitas kedekatan spiritual dengan Allah. Relevansi konsep ini di era modern sangat signifikan dalam menghadapi tantangan globalisasi, digitalisasi, dan krisis spiritual generasi muda, karena nilai iman, takwa, ketenangan batin, dan keteguhan moral yang terkandung di dalamnya dapat menjadi landasan pembinaan mental dan spiritual umat Islam. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah kajian Ilmu al Qur‟an dan Tafsir serta memberikan pemahaman yang lebih utuh, kontekstual, dan proporsional mengenai konsep Wali Allah sesuai ajaran Islam.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
UNSPECIFIEDFarhan, Ahmad198103112009011007UNSPECIFIED
UNSPECIFIEDSyahidin, Syahidin198506082019031005UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Wali Allah, Surah Yunus, Iman dan Takwa.
Subjects: Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir
Depositing User: furqon adli
Date Deposited: 05 Oct 2026 07:52
Last Modified: 05 Oct 2026 07:52
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7690

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year