HASANAH, LAILATUL (2026) PENAFSIRAN MAKNA SYIFĀ’ DALAM AL-QUR’AN : STUDI KOMPARATIF TAFSIR MARAH LABID DAN TAFSIR AL-MARAGHI. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (425kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (670kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (357kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (239kB) |
|
|
Text
LAILATUL HASANAH_2223420008.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Makna syifā' dalam Al-Qur'an ditafsirkan secara beragam oleh para mufasir sesuai dengan latar belakang, metode, dan corak penafsiran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan penafsiran makna syifā' dalam Al-Qur'an menurut Tafsir Marah Labid karya Syaikh Nawawi Al-Bantani dan Tafsir Al-Maraghi Ahmad Musthafa Al Maraghi. Dengan rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana penafsiran ayat-ayat syifā’ menurut perspektif Syekh Nawawi Al-Bantani dan Ahmad Musthafa Al-Maraghi, (2) bagaimana persamaan serta perbedaan penafsiran makna syifā’ diantara keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan komparatif. Sumber data utama berupa kitab Tafsir Marah Labid dan Tafsir Al-Maraghi, sedangkan data pendukung diperoleh dari buku, jurnal, dan literatur lain yang relevan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah : menurut Tafsir Marah Labid, penafsiran makna syifā’ dalam Al-Qur‟an lebih ditekankan pada dimensi spiritual dan moral, yaitu sebagai penawar bagi penyakit hati seperti kekufuran, kemunafikan, keraguan, dan penyimpangan akidah. Sementara itu, Ahmad Musthafa Al-Maraghi memaknai syifā’ secara lebih luas, mencakup penyembuhan spiritual dan jasmani, serta menempatkan Al-Qur‟an sebagai pedoman yang mendorong keseimbangan antara keimanan, ikhtiar, dan upaya menjaga kesehatan. Adapun persamaan dan perbedaan dalam memahami penafsiran makna syifā’ antara Tafsir Marah Labid dan Tafsir Al-Maraghi menunjukkan bahwa keduanya memiliki persamaan sekaligus perbedaan dalam penekanannya. Kedua tafsir sama-sama menegaskan bahwa Al-Qur‟an merupakan sumber utama penyembuhan bagi penyakit batin sekaligus petunjuk menuju keselamatan dunia dan akhirat. Namun demikian, terdapat perbedaan dalam penekanan makna syifā’, di mana Tafsir Marah Labid lebih berfokus pada dimensi spiritual, xii sedangkan Tafsir Al-Maraghi memandang syifā’ secara lebih luas dengan mencakup aspek spiritual dan jasmani. Perbedaan tersebut tidak menunjukkan pertentangan, melainkan dipengaruhi oleh latar belakang keilmuan, metode, dan corak penafsiran masing-masing mufasir sehingga memperkaya khazanah pemahaman tentang penafsiran makna syifā’ dalam Al Qur‟an.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Makna Syifā’, Al-Qur‟an, Tafsir Marah Labid, Tafsir Al-Maraghi, Studi Komparatif | ||||||||||||
| Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | furqon adli | ||||||||||||
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 01:17 | ||||||||||||
| Last Modified: | 06 Oct 2026 01:17 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7731 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics