ROHIM, FERDI NUR (2026) PRAKTIK PENGASUHAN DAN TANGGUNG JAWAB NAFKAH ANAK YATIM DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Download (817kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (447kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (606kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (187kB) |
|
|
Text
BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (249kB) |
|
|
Text
FERDI NUR ROHIM_2011110036.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan antara ketentuan hukum keluarga Islam mengenai pengasuhan dan tanggung jawab nafkah anak yatim dengan praktik yang terjadi di masyarakat khususnya kelurahan Padang Serai. Anak yatim sebagai kelompok rentan seharusnya mendapatkan pengasuhan yang layak serta pemenuhan kebutuhan hidup yang memadai, baik dari keluarga inti maupun kerabat. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua anak yatim memperoleh hak tersebut secara optimal, terutama pada keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1)Menganalisis praktik pengasuhan anak yatim di Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu. (2)Menganalisis praktik pemenuhan nafkah anak yatim di Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu. (3)Menganalisis praktik tersebut ditinjau menurut hukum keluarga Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dengan wali anak yatim, tokoh masyarakat, dan aparat kelurahan, serta melalui dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informan yang diambil dalam penelitian melalui teknik purposive sampling menghasilkan jumlah 5 anak yatim yang telah memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan anak yatim di Kelurahan Padang Serai pada umumnya dilakukan oleh ibu kandung atau keluarga dari pihak ibu, seperti nenek atau bibi. Dalam beberapa kasus, keluarga dari pihak ayah kurang berperan dalam pemenuhan nafkah anak yatim. Pemberian nafkah x seringkali hanya mengandalkan kemampuan ibu atau bantuan keluarga terdekat Ibu, bahkan ada yang bergantung pada bantuan sosial. Kesimpulan dari penelitian adalah berdasarkan tinjauan Hukum Islam, praktik pengasuhan tersebut sebagian telah sesuai dengan ketentuan hadhanah, namun dalam aspek tanggung jawab nafkah belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah yang menempatkan keluarga garis ayah sebagai pihak yang berkewajiban setelah ayah meninggal dunia.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | pengasuhan, tanggung jawab nafkah, hukum keluarga Islam, anak yatim | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | furqon adli | ||||||||||||
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 03:06 | ||||||||||||
| Last Modified: | 06 Oct 2026 03:06 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7784 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics