SETIAWAN, DEPO (2026) PERAN ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK BERDASARKAN PERATURAN GUBERNUR NOMOR 33 TAHUN 2018 PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM ( Studi Kasus Desa Genting Juar Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma ). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (318kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (604kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (351kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (193kB) |
|
|
Text
DEPO SETIAWAN_2111110076.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
Perkawinan anak masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Bengkulu, khususnya di Desa Genting Juar, Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma. Praktik perkawinan anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi, rendahnya pendidikan, tekanan budaya, serta kurangnya pemahaman orang tua mengenai dampak negatif perkawinan usia dini. Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2018 tentang Pencegahan Perkawinan Anak sebagai upaya perlindungan terhadap hak anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam pencegahan perkawinan anak di Desa Genting Juar, menganalisis implementasi Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2018 terhadap peran orang tua, serta meninjau peran tersebut dalam perspektif Hukum Keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis empiris dan bersifat kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, serta pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam pencegahan perkawinan anak diwujudkan melalui upaya edukasi, pengawasan, perlindungan, dan komunikasi dengan anak, namun pelaksanaannya belum optimal karena dipengaruhi oleh faktor ekonomi, budaya, dan rendahnya kesadaran hukum. Implementasi Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2018 di Desa Genting Juar belum berjalan secara maksimal, terutama dalam aspek sosialisasi dan pendampingan keluarga. Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, peran orang tua dalam mencegah perkawinan anak sejalan dengan prinsip kemaslahatan dan perlindungan anak, karena perkawinan menuntut kesiapan fisik, x mental, dan sosial guna mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Peran Orang Tua, Pencegahan Perkawinan Anak, Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2018, Hukum Keluarga Islam. | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | furqon adli | ||||||||||||
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 03:10 | ||||||||||||
| Last Modified: | 06 Oct 2026 03:10 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7788 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics