Cahyadi, Satra Widodo (2026) SANKSI HUKUM TERHADAP SUAMI YANG LALAI MEMBERIKAN NAFKAH PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN POSITIF DI INDONESIA. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (349kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (451kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (270kB) |
|
|
Text
BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (179kB) |
|
|
Text
SATRA WIDODO CAHYADI_2111110074.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kelalaian suami dalam memberikan nafkah kepada istri dan anak yang berdampak serius terhadap kesejahteraan keluarga serta perlindungan hak-hak perempuan dan anak. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan hukum Islam terhadap sanksi bagi suami yang lalai memberikan nafkah serta bagaimana pengaturan sanksi tersebut menurut Undang Undang Nomor 23 Tahun 2004. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis normatif dan komparatif, melalui analisis terhadap sumber-sumber hukum Islam klasik dan kontemporer, Kompilasi Hukum Islam, serta peraturan perundang-undangan nasional yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk memperoleh pemahaman sistematis mengenai konstruksi hukum dan implikasinya dalam praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum Islam, kelalaian suami dalam memberikan nafkah merupakan pelanggaran terhadap kewajiban syar’i yang dapat dikenai sanksi berupa pemaksaan pemenuhan nafkah oleh hakim, bahkan berujung pada perceraian apabila kelalaian tersebut berkelanjutan dan menimbulkan mudarat bagi istri. Sementara itu, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004, tindakan penelantaran nafkah dapat dikategorikan sebagai kekerasan dalam rumah tangga dan dikenai sanksi pidana maupun perdata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat keselarasan antara hukum Islam dan hukum positif Indonesia dalam menempatkan kewajiban nafkah sebagai instrumen perlindungan terhadap hak-hak keluarga, khususnya perempuan dan anak, meskipun mekanisme dan bentuk sanksinya memiliki karakteristik yang berbeda
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Nafkah, Hukum Islam, UU No. 23 Tahun 2004 | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | furqon adli | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 01:16 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Oct 2026 01:16 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7882 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics