KUSNADI, REGA (2026) MAKNA AYAT-AYAT AD-DUNYĀ LA‘IBUN WA LAHWUN DALAM AL-QUR’AN (Studi Komparatif Tafsir Mafatih Al-ghaib Dan Tafsir Fathul Qadir). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (400kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (327kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (403kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (292kB) |
|
|
Text
REGA KUSNADI_2223420052.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas penafsiran Fakhruddin ar-Razi dalam Mafātīḥ al Ghaib dan Imam Asy-Syaukani dalam Fatḥ al-Qadīr terhadap frasa ad-dunyā la‘ibun wa lahwun dalam Al-Qur’an serta relevansinya dalam kehidupan manusia kontemporer. Frasa tersebut menggambarkan kehidupan dunia sebagai permainan dan sesuatu yang melalaikan, yang secara teologis mengandung peringatan terhadap kecenderungan manusia yang terjebak dalam orientasi materialistik dan melupakan kehidupan akhirat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna konseptual la‘ib dan lahw menurut kedua mufasir, mengidentifikasi persamaan dan perbedaannya, serta merumuskan relevansinya dalam konteks kehidupan modern.Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan komparatif. Sumber data primer adalah Mafātīḥ al Ghaib karya Fakhruddin ar-Razi dan Fatḥ al-Qadīr karya Imam Asy Syaukani, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur tafsir, buku, dan jurnal yang berkaitan dengan konsep dunia dan akhirat dalam perspektif Al-Qur’an. Analisis dilakukan melalui penelaahan aspek kebahasaan, konteks ayat, serta corak metodologis masing-masing mufasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fakhruddin ar-Razi memandang kehidupan dunia tidak tercela secara ontologis karena merupakan ciptaan Allah yang mengandung hikmah. Dunia menjadi la‘ib dan lahw ketika dijadikan tujuan akhir dan melalaikan manusia dari orientasi eskatologis. Sementara itu, Imam Asy-Syaukani lebih menekankan sifat kefanaan, kebatilan, dan daya tipu kehidupan dunia sebagai bentuk peringatan moral agar manusia tidak terperdaya oleh kenikmatan yang bersifat sementara. Meskipun berbeda dalam penekanan, keduanya sepakat bahwa dunia harus ditempatkan secara proporsional sebagai sarana menuju keridaan Allah SWT. Relevansi konsep ini dalam kehidupan modern terletak pada kemampuannya menjadi landasan etis dalam menghadapi arus materialisme dan hedonisme, sehingga manusia dapat memaknai kehid
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | ad-dunyā la‘ibun wa lahwun, Fakhruddin ar-Razi, Asy Syaukani, Tafsir Komparatif. | ||||||||||||
| Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | john hendri | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 02:44 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Oct 2026 02:44 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7919 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics