AZIMA,, M IDUL FAUZAN (2026) ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 21 TAHUN 2020 TENTANG PENANGANAN DAN PENYELESAIAN KASUS PERTANAHAN DALAM PERSFEKTIF FIQIH SIYASAH (STUDI KASUS PADA PERUMAHAN GRAND KOPRI KOTA BENGKULU). Magister (S2) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (416kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (647kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (122kB) |
|
|
Text
BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (382kB) |
|
|
Text
M IDUL FAUZAN AZIMA, S.H_2323760006.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Permasalahan pertanahan merupakan salah satu isu hukum yang kompleks di Indonesia karena melibatkan aspek administratif, yuridis, dan sosial kemasyarakatan. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 21 Tahun 2020 mengatur mekanisme penanganan dan penyelesaian kasus pertanahan guna mewujudkan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis pelaksanaan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 21 Tahun 2020 serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip prinsip Fiqih Siyasah dalam penyelesaian sengketa pertanahan, dengan studi kasus pada Perumahan Grand Kopri Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan serta wawancara dengan pihak terkait, khususnya Kantor ATR/BPN Kota Bengkulu dan pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara yuridis, Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 21 Tahun 2020 telah memberikan kerangka prosedural yang jelas dalam penanganan kasus pertanahan melalui tahapan pengaduan, penelaahan, mediasi, dan penyelesaian administratif. Namun, dalam implementasinya masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan kewenangan, tumpang tindih regulasi, serta kurang optimalnya proses mediasi. Ditinjau dari perspektif Fiqih Siyasah, kebijakan tersebut pada prinsipnya sejalan dengan tujuan syariat (maqāṣid al-syarī‗ah), khususnya dalam menjaga harta (ḥifẓ al-māl), menegakkan keadilan (‗adl), dan mewujudkan kemaslahatan umum (maṣlaḥah ‗āmmah). Dengan demikian, diperlukan penguatan koordinasi antar instansi dan peningkatan efektivitas penyelesaian non-litigasi agar penanganan kasus pertanahan dapat berjalan lebih adil, efektif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Magister (S2)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Analisis Yuridis, Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 21 Tahun 2020, Sengketa Pertanahan, Fiqih Siyasah, Kepastian Hukum | ||||||||||||
| Subjects: | Pascasarjana > Hukum Tata Negara | ||||||||||||
| Divisions: | Pascasarjana > Hukum Tata Negara (S2) | ||||||||||||
| Depositing User: | furqon adli | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 05:02 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Oct 2026 05:02 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7951 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics