Mufarizi, Zaldi Hafiz (2026) Peran Tokoh Adat Dalam Meminimalisir Nikah Siri Anak Di Bawah Umur Perspektif Maqasyid Syari’ah (Studi Di Desa Permu Bawah Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (509kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (817kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (352kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (259kB) |
|
|
Text
ZALDI HAFIZ MUFARIZI_2223110024.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Nikah siri anak di bawah umur merupakan fenomena sosial yang masih terjadi di beberapa wilayah pedesaan dan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum, sosial, serta berdampak negatif terhadap masa depan anak. Praktik ini umumnya dipengaruhi oleh faktor budaya, ekonomi, pergaulan bebas, serta kondisi mendesak seperti kehamilan di luar nikah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tokoh adat dalam meminimalisir terjadinya nikah siri anak di bawah umur di Desa Permu Bawah Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang, serta mengkaji peran tersebut dalam perspektif Maqashid Syari‟ah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan tokoh adat, aparat desa, tokoh masyarakat, pelaku, dan orang tua, serta didukung oleh dokumentasi yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitis dengan menggunakan kerangka Maqashid Syari‟ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat memiliki peran yang signifikan dalam meminimalisir nikah siri anak di bawah umur melalui pemberian nasihat, edukasi kepada masyarakat, anjuran untuk melaksanakan pernikahan yang sah dan tercatat, serta mendorong pengajuan dispensasi nikah sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, tokoh adat juga menerapkan sanksi adat berupa cuci kampung sebagai bentuk efek jera dan pembelajaran sosial bagi masyarakat. Dalam perspektif Maqashid Syari‟ah, peran tokoh adat tersebut sejalan dengan upaya menjaga jiwa (hifdz an-nafs), menjaga akal (hidz al-„aql), menjaga keturunan (hifdz an-nasl), dan menjaga harta (hifdz al-mal). Dengan demikian, peran tokoh adat tidak hanya berfungsi secara sosial dan kultural, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan kemaslahatan dan mencegah kemudaratan bagi anak dan masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Tokoh Adat, Nikah Siri Anak, Anak di Bawah Umur, Maqashid Syari‟ah | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | furqon adli | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 08:05 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Oct 2026 08:05 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7952 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics