STIAWAN, ELVAN (2026) IMPLEMENTASI PASAL 21 AYAT (2) UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2024 TENTANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN EKOSISTEMNYA PROVINSI BENGKULU PERSPEKTIF FIQH SIYASAH (Studi di Desa Selingsingan Kecamatan Seluma Utara Kabupaten Seluma). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (506kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (396kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (356kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (222kB) |
|
|
Text
ELVAN STIAWAN_2011150092.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Implementasi Pasal 21 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Provinsi Bengkulu di Desa Selingsingan, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma, serta untuk mengkaji Implementasi tersebut dalam Perspektif Fiqh Siyasah. Pasal 21 Ayat (2) mengatur larangan terhadap segala bentuk perburuan, kepemilikan, dan perdagangan satwa liar yang dilindungi. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris dengan sifat deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pihak Polres Seluma, aparat desa, dan masyarakat setempat, serta melalui studi dokumentasi terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Pasal 21 Ayat (2) oleh BKSDA Bengkulu sudah berjalan melalui kegiatan sosialisasi, patroli, dan penegakan hukum terhadap pelanggaran konservasi, namun pelaksanaannya belum maksimal akibat keterbatasan sumber daya manusia, sarana operasional, serta akses transportasi. Dari perspektif fiqh siyasah, upaya BKSDA sejalan dengan prinsip maslahah „ammah (kemaslahatan umum) dan kewajiban negara dalam menjaga kelestarian lingkungan (hifz al-bi‟ah) serta melindungi makhluk hidup (hifz al-nafs wa al-ka‟inat). Negara memiliki legitimasi syar‟i untuk menetapkan kebijakan hukum demi mencegah kerusakan (fasad) di muka bumi sebagaimana ditegaskan dalam Q.S. Al-A‟raf ayat 56. Implementasi Pasal 21 viii Ayat (2) di Provinsi Bengkulu telah menunjukkan adanya upaya nyata dalam konservasi sumber daya alam, namun masih diperlukan peningkatan koordinasi antara pemerintah, BKSDA, dan masyarakat agar tujuan pelestarian satwa dan ekosistem dapat tercapai secara optimal sesuai dengan nilai-nilai Fiqh Siyasah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Implementasi, Konservasi, BKSDA Bengkulu, Perlindungan, Fiqh Siyasah. | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Tata Negara | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Tatanegara | ||||||||||||
| Depositing User: | john hendri | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 08:48 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Oct 2026 08:48 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7962 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics