TERM ‘AFWU DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF SAYYID QUṬB DAN RELEVANSINYA TERHADAP HARMONISASI SOSIAL

Downloads

Downloads per month over past year

ROSIAH, ROSIAH (2026) TERM ‘AFWU DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF SAYYID QUṬB DAN RELEVANSINYA TERHADAP HARMONISASI SOSIAL. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
DEPAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (830kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (639kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (709kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (240kB)
[img] Text
ROSIAH_2223420024.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang term 'afwu dalam al-Qur'ān menurut penafsiran Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Ẓilāl al-Qur'ān serta relevansinya terhadap harmonisasi sosial. Latar belakang penelitian ini adalah maraknya konflik sosial di masyarakat yang disebabkan oleh lemahnya solidaritas sosial dan budaya saling memaafkan yang tergerus oleh sikap gengsi, individualisme, dan cancel culture di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penafsiran Sayyid Qutb terhadap ayat-ayat yang memuat term 'afwu dan menganalisis relevansi penafsiran tersebut terhadap upaya mewujudkan harmonisasi sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer adalah kitab Tafsir Fi Ẓilāl al-Qur'ān karya Sayyid Qutb dan al-Qur'ān. Sumber data sekunder berupa kitab Muqaddimah karya Ibnu Khaldun sebagai sumber teori, serta buku-buku dan jurnal yang relevan. Metode pengumpulan data menggunakan studi dokumen, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dengan teori 'Ashabiyah Ibnu Khaldun sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Sayyid Qutb terhadap ayat-ayat yang memuat term 'afwu terbagi menjadi dua kategori. Pertama, 'afwu sebagai sifat Allah Yang Maha Pemaaf yang menghapus dosa hamba-Nya secara mutlak, sebagaimana dalam QS An-Nisa ayat 43, 99, dan 149, QS Al-Hajj ayat 60, serta QS Al-Mujadalah ayat 2. Kedua, 'afwu sebagai perintah kepada manusia untuk saling memaafkan, sebagaimana dalam QS Al-A'raf ayat 199. Selanjutnya, berdasarkan analisis sosiologis dengan teori 'Ashabiyah Ibnu Khaldun, penafsiran Sayyid Qutb tentang 'afwu memiliki relevansi yang kuat terhadap harmonisasi sosial. Logika yang membangun hubungan ini adalah bahwa konflik sosial terjadi ketika solidaritas sosial ('ashabiyah) melemah. 'Afwu berperan sebagai mekanisme untuk memutus rantai dendam dan memperbaiki hubungan sosial yang retak, ix sehingga solidaritas sosial kembali menguat dan pada akhirnya menciptakan harmonisasi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa 'afwu dalam perspektif Sayyid Qutb tidak hanya dipahami sebagai nilai akhlak individual, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang aktif dalam menyelesaikan konflik dan memperkuat solidaritas sosial. Nilai 'afwu relevan untuk diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat sebagai upaya preventif terhadap konflik dan sebagai fondasi terwujudnya harmoni sosial.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
UNSPECIFIEDRahmat, Aibdi196904301997031001UNSPECIFIED
UNSPECIFIEDHendri, Jul198712242020121004UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: 'Afwu, Sayyid Quṭb, harmonisasi sosial, 'Ashabiyah, Tafsir Fi Ẓilāl al-Qur'ān
Subjects: Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir
Depositing User: furqon adli
Date Deposited: 08 Oct 2026 02:36
Last Modified: 08 Oct 2026 02:36
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/8018

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year