KAJIAN ONTOLOGIS REZEKI MENURUT BUYA HAMKA (Analisis Relevansinya Dalam Dunia Modern)

Downloads

Downloads per month over past year

QURNIA, INDAH (2026) KAJIAN ONTOLOGIS REZEKI MENURUT BUYA HAMKA (Analisis Relevansinya Dalam Dunia Modern). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
DEPAN.pdf

Download (739kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (530kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (843kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (787kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (516kB)
[img] Text
INDAH QURNIA_2223440016.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Kehidupan manusia modern yang cenderung materialistik sering kali memandang rezeki hanya sebatas harta, jabatan, dan keberhasilan ekonomi. Cara pandang tersebut menyebabkan manusia mengabaikan dimensi spiritual, moral, dan sosial dalam memahami hakikat rezeki. Akibatnya, banyak manusia mengalami kegelisahan, ketidakpuasan hidup, serta hilangnya rasa syukur karena rezeki hanya diukur dari aspek materi semata. Penelitian ini akan melihat konsep rezeki menurut Buya Hamka melalui pendekatan ontologis. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi pustaka (library research). Metode deskriptif dilakukan dengan memahami dan menguraikan pemikiran Buya Hamka mengenai hakikat rezeki berdasarkan karya-karyanya, khususnya Tafsir Al-Azhar dan Lembaga Hidup. Sementara itu, pendekatan analitis digunakan untuk mengkaji relevansi konsep rezeki Buya Hamka terhadap kehidupan manusia modern yang cenderung materialistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Buya Hamka, rezeki bukan hanya berupa materi atau kekayaan, melainkan mencakup kesehatan, ilmu, ketenangan jiwa, kasih sayang, kebahagiaan, serta segala bentuk nikmat yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Rezeki dipandang sebagai karunia Allah yang telah ditetapkan, namun manusia tetap diwajibkan untuk berikhtiar, berdoa, dan bertawakal dalam mencapainya. Buya Hamka juga menegaskan bahwa keberkahan rezeki tidak hanya diukur dari banyaknya harta, tetapi dari manfaat dan ketenangan yang diperoleh dalam kehidupan. Dalam konteks kehidupan modern, pemikiran Buya Hamka relevan sebagai kritik terhadap pola hidup materialistik dan hedonistik yang menjadikan materi sebagai ukuran utama kebahagiaan. Konsep rezeki menurut Buya Hamka memberikan pemahaman yang lebih luas dan seimbang, sehingga manusia modern dapat memandang rezeki tidak hanya sebagai kebutuhan duniawi, tetapi juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah serta mencapai kebahagiaan lahir dan batin.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorLukman, Lukman19700525000032003UNSPECIFIED
Thesis advisorNafsih, Syarifatun198912062020122010UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Ontologis, Rezeki, Buya Hamka, Materialisme, Kehidupan Modern
Subjects: Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Muhammad Yusrizal
Date Deposited: 08 Oct 2026 07:17
Last Modified: 08 Oct 2026 07:17
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/8074

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year