AMANDA, TIANSY MEYLANI (2026) IMPLEMENTASI TRADISI UANG SUKUNAM DALAM PERNIKAHAN ADAT SERAWAI DI KELURAHAN SUKARAJA KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN SELUMA DALAM PERSPEKTIF `URF. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (248kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (334kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (237kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (179kB) |
|
|
Text
TIANSY_MEYLANI AMANDA_2223110086.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh tradisi uang sukunam dalam pernikahan adat Serawai di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma. Tradisi ini dilakukan pada prosesi pertunangan sebagai bentuk penghormatan kepada lembaga adat. Calon pengantin diharuskan membayar uang sukunam sebesar Rp 550.000 kepada lembaga adat dan pemerintah. Jika tidak membayar uang tersebut maka pernikahan tidak diakui secara adat dan dikenakan denda berupa nasi kunyit. Meskipun, tradisi ini bukanlah rukun atau syarat sahnya pernikahan menurut hukum Islam atau hukum positif. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan tradisi uang sukunam di Kelurahan Sukaraja khususnya dalam konteks pemberian uang sukunam kepada lembaga adat dan pemerintahan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah dan masyarakat yang mengetahui dan mempraktikkan tradisi uang sukunam. Teori yang digunakan adalah teori `urf, khususnya `urf shahih sebagai kebiasaan sosial yang dapat dijadikan pertimbangan hukum selama tidak bertentangan dengan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi uang sukunam telah menjadi adat istiadat yang hidup dan diterima oleh masyarakat secara turun-temurun sejak zaman leluhur. Tradisi ini berfungsi sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat, cara melestarikan budaya, dan mendukung pelaksanaan prosesi pernikahan. Dalam praktiknya, tradisi ini tidak mengandung unsur-unsur yang bertentangan dengan hukum Islam, karena dilakukan berdasarkan kesepakatan masyarakat dan bertujuan untuk kebaikan bersama. Berdasarkan perspektif `urf, tradisi uang sukunam termasuk dalam kategori`urf shahih, yaitu kebiasaan yang berlaku di dalam masyarakat, diterima secara umum, mengandung nilai-nilai bermanfaat, dan tidak bertentangan dengan Al-Qur'an, dan Hadits, atau prinsip-prinsip hukum Islam. Oleh sebab itu, tradisi uang sukunam dapat dianggap sebagai bentuk kebiasaan yang diakui dalam hukum Islam selama menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, manfaat, dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Uang Sukunam, Pernikahan Adat Serawai, `Urf | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Dr Syahril Syahril | ||||||||||||
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 08:39 | ||||||||||||
| Last Modified: | 08 Oct 2026 08:39 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/8098 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics