SIBUEA, SUMAYYA FEBRIANTI SUKMA (2026) PELAKSANAAN KEWAJIBAN DAN HAK SUAMI ISTRI PADA NIKAH GANTUNG PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN POSITIF (Studi Di Desa Sei Kepayang Tengah Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (378kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (473kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (263kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (295kB) |
|
|
Text
SUMAYYA FEBRIANTI SUKMA SIBUEA_2223110030.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Ada dua persoalan yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu: (1) bagaimana pelaksanaan kewajiban dan hak suami istri pada nikah gantung di Desa Sei Kepayang Tengah, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. (2) bagaimana perspektif hukum Islam dan hukum positif terhadap pelaksanaan kewajiban dan hak suami istri pada nikah gantung di Desa Sei Kepayang Tengah, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan kewajiban dan hak suami istri pada nikah gantung di Desa Sei Kepayang Tengah, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara dan untuk mengetahui perspektif hukum Islam dan hukum positif tentang pelaksanaan kewajiban dan hak suami istri pada nikah gantung di Desa Sei Kepayang Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan lapangan (field research). Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu: (1) Mahar sudah diberikan secara penuh dan tunai. Nafkah lahir, tempat tinggal, dan nafkah batin belum terpenuhi, namun pihak istri sudah rela. Perlindungan terhadap istri serta pengawasan izin keluar rumah dan larangan memasukkan laki-laki lain dilakukan oleh orang tua pihak istri. Pendidikan agama terpenuhi dalam bentuk pemberian izin dan dukungan. Rasa saling mencintai dan menjaga kehormatan tetap dijaga melalui kepercayaan dan kepatuhan terhadap nasihat orang tua. (2) Dalam Hukum Islam dan Positif secara umum tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku meskipun belum sepenuhnya terlaksana secara ideal. Mahar telah dipenuhi secara penuh dan tunai sesuai kesepakatan sebelum akad, sementara nafkah lahir, tempat tinggal, perlindungan, dan nafkah batin belum terpenuhi namun tetap dianggap sah karena telah disepakati dan diridai oleh kedua belah pihak, dengan peran perlindungan dan pengawasan untuk sementara digantikan oleh orang tua pihak istri. Adapun hak pendidikan tetap terpenuhi melalui pemberian izin dan dukungan, sedangkan nilai saling mencintai dan menjaga kehormatan tetap terjaga melalui kepercayaan dan kepatuhan pada nasihat orang tua. Dengan demikian, praktik nikah gantung tersebut dapat dibenarkan menurut hukum Islam dan hukum positif selama didasarkan pada kesepakatan, kerelaan, dan tidak menimbulkan mudarat bagi kedua belah pihak.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Nikah Gantung, Kewajiban dan Hak Suami Istri, Hukum Islam, Hukum Positif | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Muhammad Yusrizal | ||||||||||||
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 07:47 | ||||||||||||
| Last Modified: | 13 Oct 2026 07:47 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/8157 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics