ANGGRAINI, OCI (2024) KEHENDAK MANUSIA DALAM PESIMISME DAN OPTIMISME (Eksplorasi Pemikiran Arthur Schopenhauer Dan Friedrich Nietzsche). Undergraduate(S1) thesis, UIN FATMAWATI SUKARNO BENGKULU.
![]() |
Text
1. Depan.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
2. BAB I.pdf Download (716kB) |
![]() |
Text
3. BAB II.pdf Download (547kB) |
![]() |
Text (SKRIPSI)
OCI ANGGRAINI_2111440007.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Oci Anggraini NIM 2111440007 “Kehendak Manusia dalam Pesimisme dan Optimisme (Eksplorasi Pemikiran Arthur Schopenhauer dan Friedrich Nietzsche)”. Kehidupan manusia modern yang kompetitif sering kali diwarnai oleh tekanan untuk mencapai kesuksesan, sehingga memunculkan dua sikap mendasar, yaitu pesimisme dan optimisme yang berasal dari kehendak manusia. Pesimisme sering muncul akibat ketidakmampuan memenuhi standar tinggi, sedangkan optimisme tumbuh dari keyakinan untuk terus berkembang. Penelitian ini akan melihat konsep Arthur Schopenhauer dan Friedrich Nietzsche. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan interpretasi dan dialogis. Metode interpretasi dilakukan dengan memahami gagasan Schopenhauer dan Nietzsche untuk mengidentifikasi makna mendalam di balik pemikiran mereka. Sementara itu, metode dialogis mendialogkan konsep kehendak dalam pesimisme dan optimisme, mencari titik temu dari kedua pandangan tersebut, serta merelevansikannya dengan konteks modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Schopenhauer, kehendak manusia adalah sumber penderitaan tanpa akhir yang memicu siklus ketidakpuasan. Sebaliknya, Nietzsche memandang kehendak sebagai dorongan untuk berkuasa, bertransformasi, dan melampaui keterbatasan diri. Persinggungan kedua pandangan ini menunjukkan bahwa penderitaan, baik sebagai pengingat keterbatasan (Schopenhauer) maupun peluang untuk bertumbuh (Nietzsche), merupakan bagian integral dari kehidupan manusia. Dalam konteks kehidupan modern, kedua perspektif tersebut berperan saling melengkapi. Pesimisme membantu menjaga ekspektasi realistis dan menerima kegagalan, sedangkan optimisme mendorong keberanian, ketekunan, dan harapan untuk menghadapi tantangan. Pemahaman akan keseimbangan antara pesimisme dan optimisme ini dapat memberikan panduan bagi manusia modern untuk mencapai potensi maksimalnya dalam menghadapi tekanan kehidupan yang kompetitif.
Item Type: | Thesis (Undergraduate(S1)) | ||||||||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
||||||||||||
Uncontrolled Keywords: | Kehendak, Pesimisme, Optimisme | ||||||||||||
Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
Depositing User: | Yuliana Saputri | ||||||||||||
Date Deposited: | 07 Feb 2025 08:22 | ||||||||||||
Last Modified: | 07 Feb 2025 08:22 | ||||||||||||
URI: | http://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/4139 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year