PERJANJIAN KEWAJIBAN ORANG TUA PASCA PERCERAIAN PERSPEKTIF ‘URF (STUDI KASUS DI SUKU LEMBAK KELURAHAN PANORAMA KOTA BENGKULU)

Downloads

Downloads per month over past year

Dita, Tiara (2026) PERJANJIAN KEWAJIBAN ORANG TUA PASCA PERCERAIAN PERSPEKTIF ‘URF (STUDI KASUS DI SUKU LEMBAK KELURAHAN PANORAMA KOTA BENGKULU). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (572kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (540kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (341kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (253kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (3MB)
[img] Text (skripsi)
skripsi tiara dita b5 hki.pdf - Submitted Version

Download (4MB)

Abstract

Perjanjian Kewajiban Orang Tua Pasca Perceraian Perspektif ‘URF (Studi Kasus di Suku Lembak Kelurahan Panorama Kota Bengkulu) Oleh: Tiara Dita NIM 2223110022. Pembimbing I: Prof. Dr. Rohmadi, M.A. Dan Pembimbing II: Dr. Henderi Kusmidi, M.H.I Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan perjanjian kewajiban orang tua pasca perceraian serta menelaah kedudukan perjanjian tersebut dalam perspektif „urf dalam hukum Islam. Fokus penelitian meliputi mekanisme pelaksanaan kewajiban orang tua terhadap anak setelah perceraian, meliputi nafkah, pengasuhan, pendidikan, dan pemenuhan hak-hak dasar anak, serta peran kebiasaan masyarakat („urf) sebagai dasar normatif pengaturan kewajiban tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan mantan pasangan suami istri, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan merujuk pada prinsipprinsip „urf dalam hukum Islam serta ketentuan hukum positif Indonesia, khususnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian kewajiban orang tua pasca perceraian di masyarakat Suku Lembak dilaksanakan melalui mekanisme musyawarah keluarga, yang melibatkan kedua orang tua, keluarga besar, serta tokoh adat dan tokoh agama. Perjanjian tersebut umumnya disepakati secara lisan dan tertulis dalam bentuk sederhana, namun memiliki kekuatan moral dan sosial yang tinggi. Dalam perspektif „urf, praktik perjanjian kewajiban orang tua pasca perceraian termasuk dalam kategori „urf shahih karena diterima secara luas, tidak bertentangan dengan prinsip syariat Islam, serta 10 mengandung kemaslahatan bagi anak. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perjanjian kewajiban orang tua pasca perceraian dalam masyarakat Suku Lembak memiliki legitimasi sosial dan normatif melalui keberlakuan „urf, meskipun belum diformalkan secara hukum.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorRohmadi, Rohmadi19710320199603001UNSPECIFIED
Thesis advisorKusmidi, Henderi196907061994031002UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Perjanjian, Kewajiban Orang Tua, Urf, Suku Lembak.
Subjects: Syari'ah > Hukum Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Dr Syahril Syahril
Date Deposited: 28 Aug 2026 09:17
Last Modified: 28 Aug 2026 09:17
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6554

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year