WARDANA, AWI JAYA (2025) CARA BERPAKAIAN PEREMPUAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA DI KOTA BENGKULU (Studi Komparatif Muslimah Wahdah dan Muslimat). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (469kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (335kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (681kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (319kB) |
|
|
Text
AWI JAYA WARDANA_2323680002.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana Cara Berpakaian Perempuan Muslimah Wahdah dan Muslimat 2) Bagaimana Implikasi Cara Berpakaian Perempuan Terhadap Keharmonisan Keluarga. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk Menganalisa Bagaiamana Cara Berpakaian Perempuan yang Dituntut oleh Syariat Menurut Muslimah Wahdah dan Muslimat, 2) Untuk Menganalisa Implikasi Cara Berpakaian Perempuan Terhadap Keharmonisan Keluarga. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang turun langsung ke lapangan untuk mendatangi objek penelitian dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan kuisioner. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa cara berpakaian perempuan menurut Muslimah Wahdah adalah memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan tidak wajib ditutupi, adapun pergelangan kaki termasuk dalam aurat, kebanyakan perempuan Muslimah Wahdah memakai pakaian panjang tertutup dan bercadar, hal ini didasarkan oleh interpretasi ayat Al-Qur‟an dan Hadis dan dikonsepkan lebih terperinci dalam materi kajian dan pembelajaran ormas. Cara berpakaian perempuan menurut Muslimat adalah memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali wajah, dan pergelangan tangan adapun pergelangan kaki bukan bagian aurat, kebanyakan perempuan Muslimat memakai baju dan rok serta jilbab yang umum dipakai perempuan di Indonesia, hal ini didasarkan pada aurat dalam salat, dan juga melihat latarbelakang turunnya ayat hijab serta latarbelakang keindonesiaan. Menutup aurat istri sangat relevan karena berimplikasi menciptakan dan membentuk keluarga harmonis, masing-masing melaksanakan Hak dan Kewajiban bersama suami istri, dengan lebih mengedepankan prinsip Mu‟asyarah bil ma‟ruf. Saat seorang suami memberikan nasehat kepada istrinya, di saat yang sama ia melaksanakan fungsi Qawwamnya dalam keluarga.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Pakaian Perempuan, Keharmonisan, Keluarga. | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Dr Syahril Syahril | ||||||||||||
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 08:00 | ||||||||||||
| Last Modified: | 03 Sep 2026 08:00 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6858 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics