MAKNA MATĀ’UN DALAM AL-QUR’AN SERTA RELEVANSINYA PADA PEMBERANTASAN KORUPSI (Kajian Tafsir Al-Marāghī)

Downloads

Downloads per month over past year

AMYLIYA, OLTA (2026) MAKNA MATĀ’UN DALAM AL-QUR’AN SERTA RELEVANSINYA PADA PEMBERANTASAN KORUPSI (Kajian Tafsir Al-Marāghī). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
COVER DLL.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (406kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (491kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (313kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (115kB)
[img] Text
OLTA AMYLIA_2223420013.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Skripsi ini membahas penafsiran ayat-ayat tentang konsep matā‘un dalam AlQur‟an serta relevansinya terhadap pemberantasan korupsi dalam kehidupan modern. Matā‘un dalam Al-Qur‟an merujuk pada berbagai bentuk kenikmatan dunia yang bersifat sementara, seperti harta, kekuasaan, dan kesenangan material lainnya, yang dalam banyak kasus menjadi faktor pendorong munculnya penyimpangan moral. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya praktik korupsi yang tidak hanya disebabkan oleh kelemahan sistem hukum, tetapi juga oleh pola pikir materialistik dan kecenderungan manusia dalam memandang dunia sebagai tujuan utama kehidupan. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i), yaitu dengan menghimpun, mengklasifikasikan, dan menganalisis ayat-ayat yang berkaitan dengan konsep matā‘un , seperti dalam Q.S Al-Baqarah/2:36, Q.S Ali Imran/3:14, Q.S AnNisa/4:77, Q.S At-Taubah/9:38, Q.S Yunus/10:23, Q.S An-Nahl/16:117, Q.S Al-Anbiya/21:111, Surah Al-Qasas ayat 60, Q.S Asy-Syura/42:36, Q.S AzZukhruf/43:35, dan Q.S Al-Hadid/57:20. Analisis dilakukan dengan menelaah penafsiran ayat-ayat tersebut dalam Tafsir Al-Marāghī, serta mengkaji makna kebahasaan dan konteks sosial yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa matā‘un memiliki makna sebagai kenikmatan dunia yang bersifat temporal, terbatas, dan tidak memiliki nilai kekekalan. Selain itu, matā‘un juga berfungsi sebagai ujian bagi manusia, yang dapat mengarah pada kebaikan apabila dikelola secara bijak, namun dapat pula menjerumuskan jika dijadikan tujuan utama kehidupan. Dalam perspektif Tafsir Al-Marāghī, matā‘un tidak dipandang sebagai sesuatu yang harus ditinggalkan, melainkan sebagai amanah yang harus dimanfaatkan secara proporsional sesuai dengan nilai-nilai keadilan, tanggung jawab, dan ketakwaan. Relevansi konsep matā‘un terhadap pemberantasan korupsi terletak pada upaya membangun kesadaran etis dan spiritual dalam diri individu. Pemahaman bahwa kenikmatan dunia bersifat sementara dapat menumbuhkan sikap qana‘ah, mengurangi keserakahan, serta mendorong pengendalian diri dalam menghadapi godaan materi. Dengan demikian, konsep matā‘un dalam AlQur‟an memiliki kontribusi penting dalam membentuk paradigma hidup yang seimbang antara dunia dan akhirat, serta relevan sebagai pendekatan nilai dalam upaya pencegahan korupsi di era modern.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorRahmat, Aibdi196904301997031001UNSPECIFIED
Thesis advisorNafsih, Syarifatun198912062020122010UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Al-Qur’an, Etika Islam, Matā‘un , Korupsi, Tafsir Al-Marāghī
Subjects: Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir
Depositing User: Muhammad Yusrizal
Date Deposited: 24 Sep 2026 02:18
Last Modified: 24 Sep 2026 02:18
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7338

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year