DUALITAS AKAD NIKAH BAGI ANAK LUAR NIKAH DALAM PERSPEKTIF MAQASID AL-SYARI‘AH (STUDI KASUS DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN LEBONG TENGAH)

Downloads

Downloads per month over past year

EFENDI, ILHAM (2026) DUALITAS AKAD NIKAH BAGI ANAK LUAR NIKAH DALAM PERSPEKTIF MAQASID AL-SYARI‘AH (STUDI KASUS DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN LEBONG TENGAH). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
DEPAN.pdf

Download (2MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (598kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (576kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (238kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (372kB)
[img] Text
ILHAM EFENDI_2423680018.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

1. Prof, Dr. Iim Fahimah, Lc., M.A 2. Dr. Zurifah Nurdin, M.Ag Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena unik di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lebong Tengah, di mana terjadi praktik dualitas akad nikah bagi anak perempuan yang lahir di luar pernikahan yang sah. Secara hukum negara dan fikih, anak tersebut wajib menggunakan Wali Hakim, namun dalam realitas sosial, terdapat kecenderungan untuk melaksanakan akad kedua menggunakan ayah biologis sebagai wali demi menjaga status sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik dualitas akad nikah tersebut dan menganalisisnya melalui kacamata Maqasid al-Syari‘ah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Kepala KUA, Penghulu, serta pelaku pernikahan di Kecamatan Lebong Tengah. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan teori Maqasid al Syari‘ah sebagai pisau analisis untuk melihat kemaslahatan di balik praktik tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, praktik dualitas akad dilakukan dalam dua tahap: akad pertama dilaksanakan secara legal-formal menggunakan Wali Hakim sesuai UU No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) untuk menjamin keabsahan hukum; kemudian diikuti akad kedua secara sosiologis-seremonial dengan ayah biologis sebagai wali sebagai bentuk tanggung jawab moral tanpa mengubah dokumen administratif negara. Kedua, dalam perspektif Maqasid al-Syari‘ah, praktik ini merupakan bentuk moderasi antara Hifz al-Din (memelihara agama) melalui kepatuhan pada rukun nikah (Wali Hakim), dan Hifz al-‘Ird (memelihara kehormatan) untuk meminimalisir stigma negatif atau aib sosial bagi keluarga di mata masyarakat. Praktik ini dipandang sebagai upaya mewujudkan kemaslahatan (maslahah) guna mencapai harmoni antara kepastian hukum Islam-negara dan stabilitas psikososial masyarakat lokal.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
UNSPECIFIEDFahimah, Iim197307122006042001UNSPECIFIED
UNSPECIFIEDNurdin,, Zurifah197209222000032001UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Dualitas Akad Nikah, Anak Luar Nikah, Maqasid al-Syari‘ah, KUA Lebong Tengah.
Subjects: Pascasarjana > Ahwal Al-syakhshiyah
Divisions: Pascasarjana > Ahwal Al-syakhshiyah (S2)
Depositing User: furqon adli
Date Deposited: 28 Sep 2026 04:33
Last Modified: 28 Sep 2026 04:33
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7467

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year