Fitriyana, Dwi (2026) KEDUDUKAN KONSTITUSIONAL DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI PENGENAL WAJAH (FACE RECOGNITION TECHNOLOGY) UNTUK PENGAWASAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF SIYASAH. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (344kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (623kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (289kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (369kB) |
|
|
Text
DWI FITRIYANA _2011150095.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Perkembangan teknologi informasi mendorong penggunaan Teknologi Pengenal Wajah (Face Recognition Technology/FRT) dalam pengawasan publik oleh negara. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan keamanan dan efisiensi, namun di sisi lain menimbulkan persoalan hukum, khususnya terkait perlindungan hak privasi dan data pribadi warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan konstitusional penggunaan FRT dalam pengawasan publik serta mengkaji tantangan regulasi dan solusi penerapannya dalam perspektif prinsip-prinsip siyasah syar‟iyyah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statutory approach), dengan menelaah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, serta peraturan perundangundangan dan literatur hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan FRT dalam pengawasan publik merupakan bentuk pembatasan terhadap hak privasi yang secara konstitusional hanya dapat dibenarkan apabila memenuhi prinsip legalitas, tujuan yang sah, kebutuhan, dan proporsionalitas. Namun, belum adanya regulasi khusus mengenai FRT menimbulkan ketidakpastian hukum dan berpotensi melanggar hak konstitusional warga negara. Dalam perspektif siyasah syar‟iyyah, penggunaan FRT hanya dapat dibenarkan apabila berorientasi pada kemaslahatan umum, keadilan, serta disertai mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban yang jelas. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan hukum yang komprehensif agar penggunaan FRT sejalan dengan nilai keadilan dan perlindungan hak asasi manusia.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Teknologi Pengenal Wajah, Hak Privasi, Pengawasan Publik. | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Tata Negara | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Tatanegara | ||||||||||||
| Depositing User: | Muhammad Yusrizal | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 01:27 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Oct 2026 01:27 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7886 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics