JAYANTI, TIARA DWI (2026) SANKSI ADAT BAGI PELAKU HAMIL DI LUAR NIKAH PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI DESA KARYA MULYA KECAMATANPONDOK SUGUH KABUPATEN MUKO-MUKO). Magister (S2) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (237kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (518kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (272kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (226kB) |
|
|
Text
TIARA DWI JAYANTI_2423680009.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kehamilan di luar nikah yang masih menjadi persoalan sosial di masyarakat, khususnya di Desa Karya Mulya, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko. Masyarakat setempat masih menerapkan sanksi adat berupa ritual mencuci kampung sebagai bentuk penyelesaian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan praktik sanksi adat terhadap pelaku hamil di luar nikah serta menganalisisnya dalam perspektif hukum Islam melalui pendekatan maqāṣid al-syarī„ah dan konsep „urf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dianalisis secara normatif berdasarkan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sanksi adat dilakukan melalui musyawarah adat yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa, dan keluarga pelaku. Bentuk permohonan permintaan maap para pelaku sanksi meliputi ritual mencuci kampung menggunakan darah kambing, pemberian nasihat, serta sanksi sosial dan fisik. Dalam perspektif hukum Islam, sanksi adat tersebut dapat dipahami sebagai bentuk hukuman adat yang bertujuan memberikan efek jera sesuai dengan prinsip Hukum Islam dan menjaga ketertiban social serta untuk menghapus dosa para pelaku. Selain itu, dalam konsep „urf, adat dapat diterima selama tidak bertentangan dengan prinsipprinsip syariat. Namun, praktik yang mengandung unsur keyakinan di luar ajaran Islam perlu dikaji ulang agar tidak bertentangan dengan maqāṣid alsyarī„ah, khususnya dalam menjaga agama (ḥifẓ al-dīn) karena Sanksi yang dalam Islam yaitu dirajam/didera 100 kali, sedangkan hukum adat adanya makna filosofinya hanya dipukul ritual cuci kampung penyembelihan hewan dan di pukul dengan 10 kali dengan menggunakan 7 lidi.
| Item Type: | Thesis (Magister (S2)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Sanksi Adat, Kehamilan di Luar Nikah, Maqāṣid al-Syarī‘ah, ‘Urf, Hukum Islam | ||||||||||||
| Subjects: | Pascasarjana > Ahwal Al-syakhshiyah | ||||||||||||
| Divisions: | Pascasarjana > Ahwal Al-syakhshiyah (S2) | ||||||||||||
| Depositing User: | Muhammad Yusrizal | ||||||||||||
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 01:36 | ||||||||||||
| Last Modified: | 08 Oct 2026 01:36 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7993 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics