Febriana, Welda Febriana (2026) PENAFSIRAN AYAT-AYAT SAKHR PERSPEKTIF AL-QA<SIMI DAN RELEVANSINYA TERHADAP FENOMENA HATE SPEECH (Studi Tafsir Maha>sin at-Ta’wi>l ). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
COVER DLL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (561kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (659kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (835kB) |
|
|
Text
BAB V & DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (370kB) |
|
|
Text
WELDA FEBRIANA_2223420043.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Welda Febriana, NIM. 2223420043, Penafsiran Ayat-Ayat Sakhr Perspektif Al-Qasimi dan Relevansinya Terhadap Fenomena Hate Speech (Studi Tafsir Maha>sin at-Ta‘wi>l ) Penelitian ini membahas tentang penafsiran ayat-ayat sakhr dari perspektif al-Qa>simi dan relevansinya terhadap fenomena hate speech. Kajian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena hate speech atau ujaran kebencian dalam kehidupan sosial modern, baik secara langsung maupun melalui media digital, yang menimbulkan perpecahan dan kerusakan hubungan sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode studi tokoh. Sumber primer penelitian ini adalah kitab Mahāsin al-Ta‟wīl karya Muhammad Jamaluddin al-Qa>simi, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari buku, jurnal, skripsi, dan literatur lain. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, menurut Al-Qasimi, sakhr merupakan segala bentuk penghinaan, ejekan, celaan, dan perendahan terhadap orang lain yang lahir dari kesombongan, rasa superioritas, kebencian, serta penolakan terhadap kebenaran. Sakhr tidak hanya terbatas pada ucapan, tetapi juga mencakup perbuatan, isyarat, dan sikap yang merendahkan martabat manusia. Kedua, penafsiran ayat-ayat sakhr memiliki relevansi yang kuat dengan fenomena hate speech modern karena keduanya sama-sama mengandung unsur penghinaan dan perendahan terhadap individu maupun kelompok tertentu. Bentuk-bentuk hate speech seperti penghinaan status sosial, ejekan, dan ujaran kebencian memiliki kesamaan dengan perilaku sakhr yang dilarang dalam al-Qur‘an. Karena itu, penafsiran al Qa>simi dapat menjadi dasar etis untuk membangun komunikasi yang sopan, saling menghargai, dan menjaga keharmonisan sosial di era modern.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Sakhr, Hate Speech, Tafsir Mahāsin al-Ta‟wīl | ||||||||||||
| Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | furqon adli | ||||||||||||
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 02:15 | ||||||||||||
| Last Modified: | 08 Oct 2026 02:15 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/8010 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics