Wulandari, Tasanur (2026) KONSEP KHUDI MUHAMMAD IQBAL DAN RELEVASINYA TERHADAP KRISIS IDENTITAS DI ERA DIGITAL. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (981kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (504kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (434kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (419kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (387kB) |
|
|
Text
TASANUR WULANDARI_2111440014.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Perkembangan era digital yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya pada remaja yang berada dalam fase pencarian jati diri. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya mempermudah akses informasi, tetapi juga mempengaruhi pola pikir, gaya hidup, serta interaksi sosial. Media sosial menjadi faktor dominan dalam pembentukan identitas remaja, yang sering kali menampilkan citra diri ideal sesuai standar di ruang digital. Hal ini menimbulkan kesenjangan antara identitas nyata dan yang ditampilkan, sehingga berpotensi memicu krisis identitas. Kondisi tersebut ditandai dengan kebingungan jati diri, rendahnya kepercayaan diri, serta kecenderungan mengikuti tren tanpa pertimbangan yang matang. Selain itu, kurangnya literasi digital membuat remaja lebih rentan terhadap pengaruh eksternal, kehilangan arah, dan kurang mengenali potensi diri. Minimnya kesadaran diri dan kemandirian semakin memperkuat krisis identitas di era digital. Dalam situasi tersebut, diperlukan suatu kerangka pemikiran yang mampu memberikan landasan konseptual dalam membangun identitas diri yang kuat dan autentik. Konsep khudi yang dikemukakan oleh Muhammad Iqbal dapat dipandang sebagai salah satu alternatif solusi yang relevan. Konsep ini menekankan pentingnya penguatan diri melalui kesadaran diri, pengembangan potensi, serta kemampuan individu untuk menentukan arah hidupnya secara mandiri dan bertanggung jawab. Khudi tidak hanya dipahami sebagai kesadaran eksistensial, tetapi juga sebagai proses dinamis dalam membentuk kepribadian yang utuh dan bermakna. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) bagaimana konsep khudi Muhammad Iqbal? (2) bagaimana relevansi konsep khudi Muhammad Iqbal terhadap krisis identitas di era digital? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep khudi Muhammad Iqbal serta menganalisis relevansinya terhadap krisis identitas di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Berdasarkan hasil penelitian, konsep khudi menitikberatkan pada pengembangan potensi diri, kesadaran diri, kemandirian, serta tanggung jawab individu dalam proses pembentukan identitas. Konsep ini dinilai relevan dalam menghadapi krisis identitas remaja di era digital karena mendorong individu untuk tidak sekadar mengikuti arus tren, melainkan mampu membangun jati diri secara sadar, kritis, dan autentik. Dengan demikian, konsep khudi dapat dijadikan sebagai landasan dalam membantu remaja menghadapi dinamika identitas di era digital secara lebih mandiri dan terarah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Khudi, Muhammad Iqbal, Krisis Identitas, Era Digital | ||||||||||||
| Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Muhammad Yusrizal | ||||||||||||
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 03:27 | ||||||||||||
| Last Modified: | 08 Oct 2026 03:27 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/8040 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics