TANGGUNG JAWAB NAFKAH DALAM KELUARGA PERSPEKIF QIRA’AH MUBADALAH (Studi di Desa Riak Siabun, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma)

Downloads

Downloads per month over past year

SURYANI, LILIS (2026) TANGGUNG JAWAB NAFKAH DALAM KELUARGA PERSPEKIF QIRA’AH MUBADALAH (Studi di Desa Riak Siabun, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
BAB III.pdf

Download (267kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (838kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (1MB)
[img] Text
DEPAN.pdf

Download (2MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (486kB)
[img] Text
LILIS SURYANI_2011110025.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

jawab nafkah dalam keluarga serta meninjaunya dalam perspektif Qira‘ah Mubadalah di Desa Riak Siabun, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena adanya pergeseran peran dalam pemenuhan nafkah keluarga, di mana tidak hanya suami yang berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga istri turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga. Hal ini kemudian menarik untuk dikaji menggunakan perspektif Qira‘ah Mubadalah yang menekankan prinsip kesalingan, kemitraan, dan keadilan antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan field research (penelitian lapangan). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri dari masyarakat Desa Riak Siabun. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tanggung jawab nafkah dalam keluarga di Desa Riak Siabun tidak sepenuhnya bersifat satu arah (suami sebagai pemberi nafkah utama), melainkan dalam praktiknya terdapat kerja sama antara suami dan istri dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Dalam perspektif Qira‘ah Mubadalah, praktik tersebut sejalan dengan prinsip kesalingan (reciprocity), di mana suami dan istri memiliki peran yang fleksibel dan saling melengkapi sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing. Oleh karena itu, tanggung jawab nafkah tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban mutlak suami, tetapi dapat bersifat kolektif sepanjang didasarkan pada kesepakatan, keadilan, dan kemaslahatan keluarga.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
UNSPECIFIEDJulir,, Nenan19750925200604202UNSPECIFIED
UNSPECIFIEDDarussalam,, Hidayat198611072020121008UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Nafkah, Qira‘ah Mubadalah, Keluarga, Kesetaraan Gender, Hukum Islam.
Subjects: Syari'ah > Hukum Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: furqon adli
Date Deposited: 16 Oct 2026 04:11
Last Modified: 16 Oct 2026 04:11
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/8195

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year