KEDWIAKSARAAN DALAM MANUSKRIP ULU BENGKULU: ( INTEGRASI BUDAYA LOKAL DAN ISLAM PERSPEKTIF FILOLOGI DAN HERMENEUTIKA )

Downloads

Downloads per month over past year

Nafisah, Nafisah (2026) KEDWIAKSARAAN DALAM MANUSKRIP ULU BENGKULU: ( INTEGRASI BUDAYA LOKAL DAN ISLAM PERSPEKTIF FILOLOGI DAN HERMENEUTIKA ). Doktoral (S3) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text (Disertasi)
NAFISAH__2323780016.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text
BAB I.pdf

Download (754kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (876kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (693kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena kedwiaksaraan dalam manuskrip Ulu F.121/MNB 1740 dari Museum Negeri Bengkulu yang memuat aksara Jawi untuk teks Islam dan aksara Ulu untuk teks lokal dalam satu artefak sebagai representasi integrasi budaya Islam dan lokal. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk konkret representasi integrasi dalam pola penyajian dan kandungan teks, menganalisis proses integrasi antara kedua budaya, dan menelaah dinamika hubungan melalui interaksi kedua jenis teks. Metode penelitian menggunakan filologi yang meliputi kodikologi, transliterasi, dan editing teks, diperkuat dengan hermeneutika Schleiermacher yang mengintegrasikan interpretasi gramatikal dan psikologis untuk memahami makna teks dalam konteks sosio-kultural. Temuan utama menunjukkan manuskrip berformat concertina sepanjang 205 cm terdiri dari 26 halaman dengan pemisahan struktural sisi A memuat 7 jenis teks Islam (10 halaman) dan sisi B memuat 6 jenis konten lokal (16 halaman), menghasilkan rasio alokasi ruang 37:63 yang membuktikan posisi tawar budaya lokal kuat. Penelitian menemukan fenomena dwi-aksara intra-baris pertama dalam manuskrip Nusantara pada Basmalah dengan rasio aksara Jawi-Ulu 1:1,33, penulisan lafaz tauhid 7 kali menggunakan aksara Ulu yang membuktikan domestikasi formula Islam paling sakral, dan separator kosong 2 halaman sebagai zona liminal memisahkan kategori teologis Islam dan lokal. Kesimpulan penelitian membuktikan bahwa integrasi budaya Islam dan lokal di Bengkulu bukan proses linear-substitutif melainkan stratifikasi berlapis yang menghadirkan hierarki komplementer, di mana Islam menempati posisi superior simbolik sementara tradisi lokal menempati posisi vital fungsional dalam satu sistem proteksi spiritual koheren yang hidup dalam praktik ritual pengobatan masyarakat Bengkulu.

Item Type: Thesis (Doktoral (S3))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorRohimin, Rohimin1964053119910001001UNSPECIFIED
Thesis advisorSarwono,, Sarwit195810121986031003UNSPECIFIED
Thesis advisorismail, Ismail197206112005011002UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: manuskrip Ulu, kedwiaksaraan, integrasi budaya, Islam lokal, Bengkulu, filologi, hermeneutika.
Subjects: Pascasarjana > Studi Islam (S3)
Divisions: Pascasarjana > Studi Islam (S3)
Depositing User: Yuli Astria
Date Deposited: 27 Apr 2026 07:14
Last Modified: 27 Apr 2026 07:14
URI: http://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6153

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year