Sinaga,, Faisal (2026) SANKSI HUKUM BAGI AYAH YANG TIDAK MEMBERIKAN NAFKAH ANAK PASCA PERCERAIAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text (Skripsi)
Faisal Sinaga_2111110025.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (334kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (514kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (165kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya kasus ayah yang tidak memberikan nafkah kepada anak pasca perceraian, padahal kewajiban tersebut tetap melekat secara hukum dan syariat. Nafkah anak merupakan tanggung jawab ayah yang tidak gugur karena putusnya hubungan perkawinan, sebab kewajiban tersebut bersumber dari hubungan nasab. Dalam praktiknya, kelalaian ayah dalam memenuhi nafkah anak menimbulkan persoalan hukum dan berdampak pada terpenuhinya hak-hak anak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk sanksi hukum terhadap ayah yang tidak memberikan nafkah anak pasca perceraian serta meninjaunya dari perspektif ta„zīr dalam hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis dan konseptual. Sumber data diperoleh dari bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, khususnya ketentuan dalam Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam, serta bahan hukum sekunder berupa literatur fikih dan doktrin hukum Islam mengenai konsep ta„zīr. Teknik analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengkaji kesesuaian antara hukum positif dan prinsip-prinsip hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayah yang dengan sengaja tidak memberikan nafkah kepada anak tanpa alasan yang sah secara syar„i dapat dikenakan sanksi hukum. Dalam hukum positif, sanksi tersebut dapat berupa pemaksaan pembayaran nafkah melalui putusan pengadilan, eksekusi harta, hingga sanksi pidana berdasarkan peraturan perlindungan anak. Dalam perspektif hukum Islam, perbuatan tersebut termasuk dalam kategori jarīmah ta„zīr, yaitu pelanggaran yang tidak ditentukan secara spesifik x bentuk dan kadarnya dalam nash, sehingga penetapan sanksinya diserahkan kepada hakim atau penguasa demi kemaslahatan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Nafkah Anak, Perceraian, Ta„zīr, Sanksi Hukum, Perlindungan Anak. | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Yuli Astria | ||||||||||||
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 08:28 | ||||||||||||
| Last Modified: | 28 Apr 2026 08:28 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6184 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics